// <![CDATA[STUDI POTENSI EFEK PARTIKULAT TERHADAP PETUGAS GERBANG TOL DI KOTA BANDUNG :]]> R. TETEN HERDIANA / 25.1999.015 / TL Penulis Prof. Dr. Juli Soemirat, MPH., PhD. Putu F. Kurniawan, ST., M.T.
Partikulat adalah zat padat atau cair yang halus dan tersuspensi di udara, misalnya embun, debu, asap, fumes dan fog. Keberadaan partikulat dilingkungan kerja berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi pekerja yang terpapar. Lingkungan kerja menjadi tidak aman bagi kesehatan pekerja apabila konsentrasi partikulat melebihi nilai ambang batas, terutama partikulat dengan ukuran respirable yang dapat masuk dan tinggal dalam paru-paru. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran partikulat ( PM 2,5 μm ) diruang kerja dengan petugas yang terpapar, supaya diketahui potensi paparan yang diterimanya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Haz-Dust Model EPAM, 5000 dimana partikulat yang terdekteksi akan langsung terhitung dan ditampilkan dalam LCD Haz-Dust. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa paparan pekerja dipintu masuk berada dikisaran sebesar 0,022 s/d 0,094 mg/m3 lebih besar dibanding pintu keluar dengan kisaran paparan sebesar 0.011 s/d 0,034 mg/m3. Tetapi semua nilai paparan masih berada dibawah nilai ambang batas yang berlaku sehingga aman bagi pekerja. Namun hasil wawancara menemukan pekerja yang bekerja cukup lama mengeluhkan adanya gangguan pernapasan seperti asma dan sesak napas. Hasil analisis terhadap nilai korelasi ( r ) menunjukan adanya hubungan yang cukup erat antara jumlah kendaraan dengan nilai konsentrasi partikulat. Nilai korelasi untuk kendaraan berbahan bakar solar berada dikisaran 0,8 sampai dengan 0,9 lebih kuat dibanding dengan kendaraan berbahan bakar bensin dengan kisaran sebesar 0,6 sampai dengan 0,8.