// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH PENETRANT DENGAN CARA KOAGULASI FLOKULASI.]]> RIA YUNITA P. / 25.2002.018 / TL Penulis Eka Wardhani, S.T., M.T. Drs. Dodi Mulyadi, M.T.
Air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga perlu dilindungi agar tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Pencemaran lingkungan perairan karena pembuangan air limbah dari sektor industri dapat membahayakan kesehatan manusia. Apabila air limbah yang mengandung bahan pencemar tersebut langsung dialirkan ke sungai atau badan air akan mengakibatkan terjadinya pencemaran pada badan air tersebut. Dye penetrant merupakan bahan atau material cair yang berwarna kehijau-hijauan yang berasal dari PT X yang biasa digunakan secara umum di industri manufacturing logam. Dye penetrant berfungsi untuk menginspeksi adanya defect (kerusakan) pada benda, terutama keretakan pada benda yang tidak dapat terlihat jelas oleh mata. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengolahan limbah penetrant secara koagulasi flokulasi. Proses koagulasi flokulasi berfungsi untuk menurunkan materi atau padatan yang tersuspensi atau koloid dalam air limbah. PAC, tawas, kapur digunakan sebagai koagulan dalam penelitian ini. Setelah diuji dengan metoda Jar Test, koagulan dan dosis terpilih adalah kapur dengan dosis 8000 ppm dengan menggunakan faktor pengenceran 1000x. Dengan menunjukkan hasil penurunan nilai Chemical Oxygen Demand (COD) dari 800 ppm menjadi 80 ppm dan kekeruhan 235 NTU menjadi 5 NTU, Namun justru meningkatkan nilai Total Disolved Solid (TDS) dari 1400 mg/l menjadi 8170 mg/l.