// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN DAN PENGELOLAAN AIR BUANGAN DOMESTIK WILAYAH RANAI KABUPATEN NATUNA.]]> FITRIANI ASTALIA / 252001001 Penulis Eka Wardhani, ST., MT. Rachmawati, S. Dj., Ir., M.,Env., Stud.
Wilayah Ranai di Kabupaten Natuna memiliki luas keseluruhan 410,328 Ha dengan jumlah penduduk sebanyak 24.891 jiwa pada tahun 2005. Sistem penyaluran air buangan domestik yang akan diterapkan di wilayah Ranai adalah sistem terpusat (Off Site System). Sistem penyaluran air buangan domestik terpisah dengan saluran drainase. Seiring dengan berjalannya waktu, pertambahan jumlah penduduk mengakibatkan kebutuhan air bersih meningkat demikian pula dengan timbulan air buangannya. Untuk mengetahui besarnya timbulan air buangan domestik yang dihasilkan, maka terlebih dahulu dilakukan perhitungan proyeksi penduduk selama 25 tahun. Perhitungan proyeksi penduduk menggunakan Metode Geometri dengan hasil perhitungannya pada tahun 2030 sebanyak 93.459 jiwa. Proyeksi kebutuhan air bersih yang didapat dari perhitungan sebesar 145,961 L/dt sehingga dihasilkan timbulan air buangan domestik sebesar 116,769 L/dt. Sistem penyaluran air buangan domestik dibuat dengan 2 alternatif jalur pipa induk. Pemilihan alternatif terbaik dilakukan dengan menggunakan Metode Weighted Ranking Technique (WRT). Pipa induk yang terpilih adalah pipa induk alternatif 1 dengan panjang saluran 1057,15 m, sistem pengalirannya secara gravitasi, diameter pipa (20-30) cm, dan jumlah BPAB 1 buah. Manhole yang dibutuhkan 36 buah. Pembuangan untuk BPAB ini adalah Laut. Jalur penyaluran air buangan domestik ini mengikuti jalan-jalan yang ada di wilayah Ranai. Biaya yang dibutuhkan sebesar Rp.514.221.766,58.