// <![CDATA[KAJIAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERLANGSUNGAN PENGOPERASIAN TPA SARIMUKTI BERDASARKAN PERSEPSI MASYARAKAT.]]> WESTY WULANSARI PUTRI / 25.2003.016 / TL Penulis Yulianti Pratama, S.T., M.T. Achmad Zanbar Soleh, S.SI., M.SI.
Mempertahankan keberlangsungan TPA Sarimukti sampai dengan ditemukannya lokasi TPA baru merupakan permasalahan penting yang harus dicermati dengan baik oleh masyarakat serta pemerintah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi. Penanganan yang tepat terhadap semua pihak terkait izin operasi TPA Sarimukti sampai dengan 2010 (sumber : TARKIM kota Bandung) khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar TPA akan menjadi topik utama penelitian ini. Tingginya persentase kelompok masyarakat yang netral (38,4%) dan menolak (38,4%) keberlangsungan TPA mengindikasikan bahwa perpanjangan izin operasi TPA Sarimukti rawan konflik. Oleh karena itu menempatkan masyarakat sebagai salah satu subjek dalam memutuskan keberlangsungan TPA merupakan langkah tepat dalam menghindari konflik. Rumusan 27 faktor persepsi masyarakat yang ditanyakan melalui wawancara dapat dikelompokkan menjadi (i) 4 faktor, faktor ini yang tidak mendasari perbedaan keputusan masyarakat dalam mempertahankan keberlangsungan pengoperasian TPA yakni pendidikan masyarakat, transportasi sampah, kondisi air sebelum ada TPA, kondisi udara setelah ada TPA, dan (ii) 23 faktor lainnya menjadi faktor pembeda yang mendasari keputusan tersebut. Hasil lain dari penerapan metode diskriminan adalah terpilihnya 4 dari 23 faktor yang dominan dalam membedakan keputusan masyarakat yakni lapangan pekerjaan baru, kondisi kesehatan masyarakat pasca pengoperasian TPA, keuntungan prasarana, dan wawasan masyarakat mengenai pengelolaan sampah. Kontribusi ke-4 faktor dominan tersebut dalam mempengaruhi keputusan masyarakat adalah 58,9%.