// <![CDATA[PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH ( IPAL ) SKALA KOMUNAL KEGIATAN HOME INDUSTRY TAHU DI DESA KEBON JATI DAN KELURAHAN SITU KABUPATEN SUMEDANG.]]> RICKY AGUSTIYAN / 25.2004.013 / TL Penulis
Home Industry tahu telah memberikan dampak negatif lingkungan terhadap kondisi air permukaan (sungai), hal ini dikarenakan air limbah langsung dibuang tanpa pengolahan terlebih dahulu. Tujuan perencanakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah untuk mengatasi dampak air limbah home industry tahu terhadap kualitas sungai. Kapasitas produksi dari 20 home industry tahu yaitu sebesar 100-350 kg kedelai/hari dengan debit air limbah rata-rata sebesar 54,65 m3/hari. Parameterair limbah yang melebihi BMLC SK Gub Jabar No. 6 Tahun 1999 lampiran III adalah TSS, Minyak Lemak, BOD, COD dan Ammonia (NH3-N). TSS sebesar 1435 mg/l perlu diturunkan 73 % agar memenuhi BMLC sebesar 400 mg/l. Minyak Lemak sebesar 239 mg/l perlu diturunkan 80 % agar memenuhi BMLC sebesar 50 mg/l. BOD sebesar 1300 mg/l perlu diturunkan sebesar 88,5 % agar memenuhi BMLC sebesar 150 mg/l. COD sebesar 2070 mg/l perlu diturunkan 86 % agar memenuhi BMLC sebesar 300 mg/l. Ammonia (NH3-N) sebesar 5,506 mg/l perlu diturunkan sebesar 10 % agar memenuhi BMLC sebesar 5 mg/l. Hasil analisis menunjukan bahwa rasio BOD:COD > 0,6, berarti proses pengolahan air limbah yang paling tepat yaitu pengolahan secara biologis. Sistem IPAL terpilih yaitu Anaerobic-Aerobic Biofilter Process. Rangkaian unit pengolahan terpilih adalah :Bak Penampung + Grease Trap, Tangki Aliran Rata-rata, Bak Anaerobik 1 dan Bak Anaerobik 2 dengan media terlekat, Bak Aerobik, Bak Pengendap.