// <![CDATA[KAJIAN PRODUKSI BERSIH DI INDUSTRI TEKSTIL ( STUDI KASUS SENTRA RAMI TERPADU ) KOPPONTREN DARUSSALAM, KUDANG WANARAJA, GARUT JAWA BARAT.]]> IMAM LUQMANUL HAKIM / 25.2000.011 / TL Penulis Putu Fibrianto Kurniawan, S.T., M.T.
Industrialisasi dapat memberikan dampak negatif terhadap manusia, baik dampak langsung maupun tidak langsung. Salah satu dampak negatif dari proses industrialisasi adalah pencemaran lingkungan. Oleh karena itu diperlukan suatu upaya agar industrialisasi dapat terus berlangsung tanpa mencemari lingkungan. Produksi bersih merupakan suatu strategi untuk menghindari timbulnya pencemaran industri melalui pengurangan timbulan limbah pada setiap tahap dari proses produksi. Penerapan produksi bersih ini akan dicoba terhadap sebuah industri tekstil yang berlokasi di Kabupaten Garut. Kabupaten Garut terpilih menjadi lokasi penelitian karena Kabupaten Garut bukan merupakan kawasan industri melainkan kawasan pertanian. Oleh karena itu sangat penting agar industri yang terdapat di Kabupaten Garut tidak mencemari lingkungan dengan limbahnya. Kajian produksi bersih yang dilakukan di Sentra Ramie Terpadu bertujuan untuk mengidentifikasi peluang penerapan produksi bersih. Hasilnya adalah teridentifikasi tujuh peluang yang dapat diterapkan yakni diversifikasi bahan baku yang tercecer, penghematan pemakaian air tanah untuk beberapa proses produksi dan modifikasi terhadap salah satu mesin yang digunakan untuk proses produksi. Jika peluang-peluang tersebut diterapkan maka diperkirakan perusahaan dapat memperoleh keuntungan dari diversifikasi bahan baku yang tercecer sebesar Rp.5.400.000/tahun dan melakukan penghematan pemakaian air tanah sebanyak 4631,76 m3/tahun, dengan begitu perusahaan juga diperkirakan telah melakukan penghematan biaya produksi sebesar Rp.2.315.880/tahun.