// <![CDATA[STUDI IDENTIFIKASI ORGANIK PM10 PADA UDARA AMBIEN KAWASAN PEMUKIMAN DAN PADAT LALU LINTAS STUDI KASUS KOTA BANDUNG.]]> DIAN HARTININGSIH / 25.2003.017 / TL Penulis Mila Dirgawati, ST., M.T.
Udara merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia, namun dengan meningkatnya pembangunan fisik kota dan industrialisasi menyebabkan menurunnya kualitas udara. Salah satu parameter menurunnya kualitas udara adalah PM10. PM10 dapat mengabsorpsi berbagai unsur bahan organik maupun anorganik, dimana bahan organik maupun anorganik tersebut mempunyai kemungkinan menimbulkan efek pada kesehatan manusia di kawasan pemukiman dan padat lalu lintas. Sehingga dibutuhkan penelitian untuk mengidentifikasi senyawa organik PM10 pada udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan unsur organik PM10 pada kawasan pemukiman dan padat lalu lintas. Metode pengukuran PM10 dilakukan secara gravimetri dengan menggunakan alat High Volume Air Sampler (HVAS). Konsentrasi PM10 terukur baik pada kawasan pemukiman (292,8274 μg/m3) dan pada kawasan padat lalu lintas (204,3607 μg/m3), keduanya memiliki konsentrasi diatas Baku Mutu PP No. 41 Tahun 1999 (150 μg/m3). Senyawa organik dalam PM10 pada kawasan pemukiman antara lain cyclopropyl carbinol, pentanal dan pentanedial dan pada kawasan padat lalu lintas antara lain pentanal, pentanedial, diethylenetriamine (DETA), decanoic acid, butylurea, cyclopropyl carbinol, dan piperine.