// <![CDATA[STUDI KAJIAN TIMBULAN SAMPAH KEMASAN DOMESTIK DARI KELURAHAN CIGADUNG.]]> ELVIN MALINO / 25.2004.009 / TL Penulis
Perubahan pola konsumsi penduduk yang cendurung lebih memilih pola hidup yang lebih praktis memungkinkan adanya peningkatan timbulan sampah non-organik yang diduga sebagian besar berasal dari sampah kemasan. Sehingga perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui persentase rata-rata timbulan sampah kemasan terhadap timbulan sampah domestik. Penelitian dilakukan di Kelurahan Cigadung yang memiliki aktifitas rumah tangga yang tinggi. Pengambilan data sampling sesuai dengan metode dalam SNI 19-3964-1994. Data yang diambil adalah berat sampah, volume dan komposisi sampah. Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah kemasan seluruh Kelurahan Cigadung adalah 1153.37 kg/hari atau setara dengan 77.04 % dari total timbulan sampah non organik dan timbulan sampah kemasan produk berlabel adalah 777.42 kg/hari atau setara 67.43 % dari total timbulan sampah kemasan. Komposisi sampah kemasan produk berlabel adalah plastik 48.47 %, kaleng 9.5%, kaca 4.2%, kertas 2,83%, obat-obatan 1.93%, Alumunium Foil 0.57% dan styrofoam 0%. Adanya UU RI NO 18/2008 Tentang Extended Producer responsibility (EPR), Maka berat timbulan sampah kemasan yang menjadi tanggung jawab produsen penghasil sampah kemasan adalah sebesar 17.94% atau setara dengan 777.42 kg/hari dari total timbulan sampah di Kelurahan Cigadung.