// <![CDATA[POLA ADSORPSI MEDIA KARBON AKTIF DAN ZEOLIT TERHADAP KANDUNGAN BAHAN ORGANIK PADA AIR PERMUKAAN.]]> REZA HUSYAIRI / 25.2004.009 / TL Penulis M. Rangga Sururi, ST., MT. Ir. Etih Hartati, MT.
Proses ozonisasi dalam pengolahan air bersih dapat menyebabkan partikel organik/Natural Organic Matter (NOM) dalam air menjadi pecahan yang lebih kecil sebagai by product (Low Molecular weight Organic) yang berbahaya bagi kesehatan dan juga dapat menumbuhkembangkan kembali mikroorganisme dalam air. Untuk itu diperlukan suatu proses sebelumnya untuk menyisihkan kandungan organik (NOM) tersebut sehingga dapat meminimalisasi jumlah by product tersebut, proses tersebut adalah adsorpsi. Media granular yang sering digunakan untuk media adsorpsi adalah karbon aktif dan zeolit. Dalam penelitian ini digunakan media karbon aktif dan zeolit dengan ukuran 1,68 mm – 2,38 mm dan berat 30 gram untuk masing-masing media. Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah kandungan organik, pH, Dissolved Oxygen (DO), temperatur, dan turbidity yang diukur dalam beberapa titik sampling yaitu 1 jam, 3 jam, 6 jam, 24 jam, dan 48 jam diatas alat pemutar (shaker). Penyisihan konsentrasi organik (q) paling efektif berdasarkan hasil penelitian terjadi pada saat t = 3 jam, untuk media karbon aktif dan zeolit sebesar 0,34 mg/gr dan gabungan kedua media sebesar 0,24 mg/gr. Berdasarkan model kinetika adsorpsi diketahui untuk media karbon aktif memiliki q = 0,296 mg/gr dengan laju adsorpsi (k) sebesar 2,48 gr/(mg jam), media zeolit dengan q = 0,335 mg/gr dan k = 1,15 gr/(mg jam), dan gabungan kedua media memiliki q = 0,352 mg/gr dengan k = 1,85 gr/(mg jam). Media karbon aktif memiliki nilai k terbesar sehingga paling efektif dalam penyisihan konsentrasi organik dibandingkan dengan variasi media lainnya.