// <![CDATA[STUDI EVALUASI PEWADAHAN DAN PENGUMPULAN SAMPAH DOMESTIK DI KELURAHAN CIGADUNG.]]> MEITA CESIRIAWATI FEBRIAN / 25.2001.039 / TL Penulis Mila Dirgawati, ST., MT Dosen Pembimbing 2 Siti Ainun, ST.S.Psi. M.Sc Dosen Pembimbing 1
Sistem pengumpulan sampah Kelurahan Cigadung terdiri dari dua sistem yaitu sistem langsung pada RW 07 dengan menggunakan dump truck dan sistem tidak langsung dengan mobil pada RW 01 s/d RW 06, RW 08 dan dengan menggunakan gerobak pada RW 11 s/d RW 15. Pengambilan data sampling dilakukan sesuai metode dalam SNI 19-3964-1994. Data yang diambil adalah timbulan sampah, komposisi sampah, dan waktu operasional pada pengumpulan sampah. Hasil penelitian menunjukkan timbulan sampah domestik di Kelurahan Cigadung yaitu 74 m³/hari, dengan laju timbulan sampah 2.96 l/org/hari. Sedangkan tingkat pelayanan di Kelurahan Cigadung baru 83 % dari target yaitu 100 %. Hal ini disebabkan karena ada dua daerah yaitu RW 09 dan RW 10 yang tidak dilayani proses pengelolaan sampahnya, tetapi dari 83 % tersebut tingkat pelayanannya belum optimal karena berdasarkan perhitungan masih ada sampah yang dihasilkan yang tidak terangkut pada proses pengumpulan sampah. Dari hasil perhitungan diketahui pada sistem langsung sampah yang dihasilkan terangkut semua ke TPA dengan efisiensi 100 %, sedangkan pada sistem tidak langsung diketahui tidak semua sampah yang dihasilkan terangkut ke TPS dengan efisiensi 61 % untuk alat pengumpul mobil dan efisiensi 60 % untuk alat pengumpul yang menggunakan gerobak, hal ini dapat dikarenakan kurangnya jumlah gerobak sehingga sampah tidak terangkut semua, kurangnya waktu periodesasi pengumpulan sampah yang hanya seminggu tiga kali, kurangnya waktu ritasi yang hanya dua ritasi/hari. Oleh karena itu agar semua sampah yang dihasilkan dapat terangkut ke TPS dan di angkut ke TPA dilakukan upaya seperti jadwal pengambilan sampah harus tepat waktu, penambahan jumlah gerobak, waktu ritasi dan periodesasi agar sampah dapat terangkut semua dan sampah tidak tercecer di jalan.