// <![CDATA[HUBUNGAN KEANEKARAGAMAN MAKROBENTOS DENGAN KUALITAS AIR SUNGAI CIDURIAN.]]> RANGGA RADITYA / 25.2001.072 / TL Penulis Dr. Mumu Sutisna Yulianti Pratama, ST., MT
Untuk mengetahui hubungan antara kualitas air sungai dengan keanekaragaman makrobentos maka dilakukan studi penelitian yang dilakukan di Sungai Cidurian, yang merupakan salah satu sungai utama di Kota Bandung. Penelitian dilakukan pada bagian hulu dan tengah sungai. Pengambilan sampel dilakukan secara grab sampling pada musim kemarau. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Indeks Pencemaran (IP) dan Metode Indeks Shannon- Wiener. Selanjutnya dilakukan analisa kualitas air sungai yang mengacu kepada Kep. Gub. Jabar No.39/2000. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya hubungan keanekaragaman makrobentos dengan kualitas air Sungai Cidurian, yaitu pada bagian hulu sungai kualitas air memenuhi baku mutu yang berlaku dan sesuai dengan nilai IP = 0,371 termasuk kedalam kategori baik, sedangkan nilai H’=1,770 yang menandakan stabilitas komunitas biota yang sedang dan termasuk pada kategori tercemar ringan dengan keberadaaan bentos dominasi oleh spesies bentos indikator belum tercemar hingga tercemar sedang. Pada tengah sungai, terdapat 3 parameter yang melebihi baku mutu yaitu DO, BOD, dan COD dengan nilai IP = 3,056 yang menandakan kategori tercemar ringan, sedangkan nilai H’=0,995 yang menandakan komunitas biota yang tidak stabil dan termasuk pada kategori tercemar berat dengan keberadaan bentos yang di dominasi oleh spesies bentos indikator tercemar berat. Untuk kondisi substrat, pada bagian hulu sungai populasi bentos terbanyak berada pada substrat rumput (53 individu/m2), sedangkan pada bagian tengah sungai populasi bentos terbanyak berada pada substrat sampah (67 individu/m2). Dari hasil penelitian berdasarkan parameter fisika-kimia air dan biologi, status mutu air sungai Cidurian pada bagian hulu termasuk kategori tercemar ringan dan pada bagian tengah sungai termasuk kategori tercemar berat.