// <![CDATA[EFEKTIVITAS BIOFLOKULAN MORINGA OLEIFERA LAM. DALAM MEMPERBAIKI KUALITAS FISIKA KIMIA AIR LIMBAH INDUSTRI KOREK API]]> ROSANNY Br Hombing / 25.2002.48 Penulis Dr. Mumu Sutisna Ir. Etih Hartati, MT
PT. Java Match Factor adalah industri yang memperoduksi korek api, selain dari limbah organik dan kimia yang melebihi baku mutu limbah cair yang dihasilkan diperkirakan mengandung senyawa α-pinen dan β-pinen. Senyawa tersebut sebagai agen alelopati (penghambat) bagi tumbuhan lain. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah cair terlebih dahulu sebelum dibuang ke badan air penerima. Salah satu pengolahan yang dilakukan adalah dengan Koagulasi-Flokulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioflokulan biji Moringa oleifera Lam dalam proses pengolahan limbah cair industri korek api, dan PAC sebagai pembanding. Bioflokulan dalam penelitian ini digunakan dalam berbagai konsentrasi yaitu; 5600, 5800, 6000, 6200, 6400 ppm, dan dosis optimum pada 5800 ppm. Sedangkan PAC dengan konsentrasi; 800, 900, 1000, 1050, 1100 ppm dan dosis optimum pada 1000 ppm. Penelitian dilakukan dalam 3 (tiga) bagian, yaitu uji hayati, uji pendahuluan dan uji pengolahan. Uji hayati menunjukkan bahwa limbah cair industri korek api secara signifikan memberikan pengaruh negatif berupa hambatan pertumbuhan perkecambahan dan tinggi tanaman tomat. Uji pendahuluan diketahui bahwa seluruh parameter melebihi baku mutu limbah cair. Uji pengolahan air limbah dilakukan dengan parameter yang diamati meliputi warna, kekeruhan, pH, TDS, TSS, BOD, COD, Fenol, Besi, Ammonia, Minyak nabati, Timbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioflokulan Moringa oleifera dapat memperbaiki kualitas air limbah industri. Parameter yang dapat diturunkan berupa, TDS 97,46 %, TSS 96,68%, Warna 95,00%, Kekeruhan 92,74 %, Besi 100%, Ammoniak 65,14%, BOD 91,45%, COD 87,87 %, Minyak Nabati 71,5%, Fenol 92,74%, Timbal 99,5%. PAC dapat menurunkan TDS 89,98 %, TSS 68,68 %, Warna 50%, Kekeruhan 78,66%, Besi -583,34 %, Ammoniak 66,33%, BOD 78,33 %, COD 81,45%, Minyak Nabati 189,85 %, Fenol 11,24 %, Timbal -2450 %. Bila dibandingkan dengan KEP-51/MENLH/10/1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri, parameter yang belum memenuhi adalah seperti, BOD, COD, Ammonik, dan Fenol.