// <![CDATA[PENENTUAN OPTIMALISASI POLA PENGANGKUTAN SAMPAH DENGAN METODE HAMILTONIAN CYCLE. (STUDI KASUS :]]> Andreas Grandis Kurniawan / 25-2003-002 Penulis Yulianti Pratama, ST., MT.
Salah satu dampak negatif dari timbulan sampah yang tidak terangkut adalah adanya pembusukan sampah yang dapat menimbulkan bau tidak sedap, tidak enak dipandang dan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat. Masalah yang muncul di Wilayah Operasional Bandung Utara adalah kurang optimalnya pengaturan ritasi pengangkutan sampah dengan memanfaatkan 18 kendaraan angkut jenis Load Hauled (LH) dan 11 kendaraan angkut jenis Dump Truck (DT) untuk melayani 121 TPS dengan total timbulan sebesar 609.91m3/hari. Kondisi eksisting mengindikasikan sampah yang tidak terangkut berkisar 146.06m3/minggu. Hal itu dikarenakan waktu penundaan pengangkutan maksimum tiga hari dan kendaraan angkut akan melayani TPS saat timbulan sampah di kontainer terisi penuh. Metode Hamiltonian Cycles akan mengoptimalkan ritasi pengangkutan sampah tanpa penundaan pengangkutan. Metode tersebut mengoptimalkan frekuensi pengangkutan sebanyak 2 ritasi perhari perkendaraan, lebih ringan daripada kondisi eksisting sebesar 2 hingga 3 ritasi perhari perkendaraan. Penghematan biaya dari model di atas adalah Rp1.233.413,-/minggu.