PERENCANAAN TEKNIK SISTEM DRAINASE ALTERNATIF DI WILAYAH GEDEBAGE KOTAMADYA TINGKAT II BANDUNG
Pertumbuhan jumlah penduduk yang semakin pesat di kota-kota yang sedang berkembang, khususnya di kota Bandung mengakibatkan melonjaknya permintaan akan pemenuhan kebutuhna sandang, pangan dan perumahan atau papan. Khususnya pada bidang perumahan, kebutuhan akan sarana pemukiman yang layak huni serta dapat menjamim keamanan dan kenyamanan lingkungan merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dan diharapkan oleh pihak konsumen. Kebutuhan ini sangat dirasakan pula oleh masyarakat di kota Bandung seperti Wilayah Gedebage dab sekitarnya dimana pada wilayah ini Gedebage difungsikan sebagai pusat industri, perdagangan, transportasi dan pemukiman sehingga kenyamanan lingkingan sanngat dibutuhkan.
Masalah banjir yang disebabkan oleh air hujan pun menjadi salah satu kendala yang sering terjadi di Wilayah Gedebage dan sekitarnya. Penyebab banjir yang timbul di Wilayah Gedebage ini disebabkan oleh benturan fungsi drainase di beberapa tempat dengan fungsi irigasi, debit kiriman dari wilayah Ujungberung, yang merupakan banjir kiriman, kondisi fisik yang relatif datar yaitu: 0 - 0,2%, sehingga proses pengaliran air ke hilir kurang baik, pembangunan jalan tol yang menimbulkan hambatan proses pengaliran limpasan air hujan. Untuk mencegah dan menanggulangi banjir perlu diupayakan suatu sistem drainase yang baik dan mantap yang dapat mengalirkan limpasan permukaan tersebut ke saluran-saluran pembuangan alamiah atau sungai dengan cepat dan aman. Dalam penentuan sistem drainase Wilayah Gedebage ini dilakukan tahap perencanaan dan tahap perancangan. Pada tahap perencanaan dilakukan analisa terhadap alokasi genangan, analisa rencana sistem drainase makro dan analisa hidrologi. Pada sistem drainase makro dilakukan penentuan 3 alternatif jalur drainase berdasrkan peta topografi dan peta tata guna lahan wilayah Gedebage , dan kemudian dipilih berdasarkan metode WRT (Weight Ranking Technique) dengan mempertimbangkan sehi teknis dan ekonomisnya. Analisa hidrologi dipakai dalam menentukan kurva IDF (Intensity Duration Frequency) yang akan digunakan pada tahap perencanaan selanjutnya. Kemudia perhitungan kapasitas saluran, dimensi saluran dan bangunan pelengkap dari alternatif jalur terpilih di atas. Dan pada tahap akhir dilakukan perhitungan anggaran biaya dari hasil pekerjaan drainase yang telah dibuat.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2000).PERENCANAAN TEKNIK SISTEM DRAINASE ALTERNATIF DI WILAYAH GEDEBAGE KOTAMADYA TINGKAT II BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.PERENCANAAN TEKNIK SISTEM DRAINASE ALTERNATIF DI WILAYAH GEDEBAGE KOTAMADYA TINGKAT II BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2000.Text
MLA Style
.PERENCANAAN TEKNIK SISTEM DRAINASE ALTERNATIF DI WILAYAH GEDEBAGE KOTAMADYA TINGKAT II BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2000.Text
Turabian Style
.PERENCANAAN TEKNIK SISTEM DRAINASE ALTERNATIF DI WILAYAH GEDEBAGE KOTAMADYA TINGKAT II BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2000.Text