<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="3945">
<titleInfo>
<title><![CDATA[POLA DISPERSI PENCEMAR PARTIKULAT DI KOTA BANDUNG]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>EGGI NURUL MEGAWATI / 2593023</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Prof. Dr. Ir. Asis H. Djajadiningrat,, SE.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Lingkungan]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2000]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Pertumbuhan ekonomi dan industry suatu kota menimbulkan masalah-masalah yang negatif, baik secara langsung maupun tidak langsung menimbulkan pencemaran udara. Pencemaran udara yang terjadi akibat bahan pencemar sekunder merupakan fenomena yang kini banyak terjadi di kota-kota
besar dimana tingkat pemakai kendaraan bermotornya sangat tinggi. Buruknya kualitas udara perkotaan akan berdampak negatif pada satuan kegiatan kerja  sehingga diperlukan pengelolaan kualitas lingkungan yang terpadu dan terarah. Penelitian mengenai  pola penyebaran pencemar partikulat di Bandung didasarkan atas pertimbangan geografis kota Bandung yang merupakan daerah dataran tinggi, dan meteorologi kota Bandung yang merupakan cekungan yang rendah tingkat ventilasinya.
Pembuatan pola dispersi partikulat kota Bandung dilakukan dengan bantuan model komputasi. Dengan data pemantauan kuaritas udara kota Bandung yang sangat terbatas, maka dicoba untuk menggunakan model winsurfer yang sederhana, karena jumlah dan jenis data masukan, yang dibutuhkan hanya sedikit. Dari hasil penggunaan model untuk memprediksikan pola penyebaran partikulat dengan membandingkan pola isopleth partikulat kota Bandung musim hujan tahun 1992 dan musim kemarau tahun 1997, terdapat puncak konsentrasi partikulat berada relatif di sumber pencemar, sedangkan sebaran pencemar sangat dipengaruh oleh kondisi klimatologi kota Bandung. Dari hasil pengukuran konsentrasi partikulat di kota Bandung, dapat diketahui bahwa konsentrasi partikulat pada lokasi tertentu telah melebihi ambang batas maksimum yang diperbolehkan yaitu sebesar 2 60 uq/m3.
</note>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[2593023a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[2593023a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="3162" url="" path="/TL2593023a.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[POLA DISPERSI PENCEMAR PARTIKULAT DI KOTA BANDUNG (STUDI KASUS MUSIM HUJAN 1992 DAN MUSIM KEMARAU 1997)]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[3945]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-05-26 15:52:55]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>