STUDI KINERJA UNIT-UNIT OPERASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR II PDAM WAY RILAU KOTAMADYA BANDAR LAMPUNG
Operasi dari Instalasi Pengolahan Air (lPA) ll PDAM Way Rilau Kodya Bandar Lampung diindikasikan tidak optimal dan tidak efisien. Hal ini dapat dilihat secara visual, terjadi pembentukan flok yang tidak sempurna dan kebutuhan air untuk operasi IPA yang terlalu besar sehingga mengakibatkan kapasitas produksi dari IPA ll PDAM Way Rilau tidak optimal.
Untuk mengetahui secara jelas penyebab tidak efisien dan tidak optimal nya kinerja dari IPA ll PDAM Way Rilau, dilakukan penelitian lapangan di unit-unit operasi IPA ll PDAM Way Rilau.
Percobaan pendahuluan adalah penentuan persamaan yang menyatakan hubungan antara TSS dan kekeruhan , dengan menggunakan sampel air yang divariasikan tingkat kekeruhannya. Dari percobaan diperoleh persamaan:
Y = 2,677 + 5,885 (X), dan koefisien korelasi (r) = 0,988. Untuk penelitian
Selanjutnya adalah penetapan dosis koagulan optimum. Diperoleh hasil bahwa dosis koagulan IPA ll PDAM Way Rilau antara 6 - 10 mg/|. Selanjutnya di lakukan pengukuran tinggi jatuh bebas air di bak koagulasi untuk menghitung G bak koagulasi. Diperoleh hasil G bak koagulasi antara 269,3 324,4 /detik. Selanjutnya dilakukan pengukuran head loss bak flokulasi untuk menghitung G bak flokulasi yang dilakukan pada debit 186 dan 93 liter/detik. Diperoleh hasil G untuk debit 186 l/d antara 41,5-59,6/detik, dan untuk debit 93 l/d antara 24,5-49,7/detik. Selanjutnya dilanjutkan dengan penghitungan waktu detensi dan kecepatan pengendapan di bak sedimentasi. Hasil yang diperoleh , td untuk debit 186 l/d adalah 20 menit, dan td untuk debit 93 l/d adalah 41 menit. Selanjutnya dilakukan penghitungan head loss media pasir. Diperoleh hasil untuk debit 186 l/d, head loss-nya adalah 16,5 cm, dan untuk debit 93 l/d = 8,3 cm. Akhirnya dilakukan pengukuran kehilangan energi di bak filtrasi. Hasil yang diperoleh
bahwa head loss antara 54 - 85,3 cm.
Dari hasil penelitian yang diperoleh, ditarik kesimpulan bahwa kinerja unit flokulasi dan filtrasi tidak optimal dan tidak sesuai dengan apa yang ada dalam kriteria disain. Disamping itu, IPA ll PDAM way Rilau masih memerlukan penambahan debit pengolahan untuk memperbaiki kinerja unit koagulasi, perbaikan jarak sekat di bak flokulator, dan perbaikan susunan pasir di bak
filtrasi.
Detail Information
Citation
APA Style
. (1999).STUDI KINERJA UNIT-UNIT OPERASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR II PDAM WAY RILAU KOTAMADYA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.STUDI KINERJA UNIT-UNIT OPERASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR II PDAM WAY RILAU KOTAMADYA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,1999.Text
MLA Style
.STUDI KINERJA UNIT-UNIT OPERASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR II PDAM WAY RILAU KOTAMADYA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,1999.Text
Turabian Style
.STUDI KINERJA UNIT-UNIT OPERASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR II PDAM WAY RILAU KOTAMADYA BANDAR LAMPUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,1999.Text