// <![CDATA[STUDI TENTANG KECEPATAN PENGENDAPAN PARTIKEL FLOKULEN (VS) SEBAGAI PARAMETER DESAIN PADA TANGKI IDEAL DAN BAK PENGENDAP MULTI PLAT]]> YANTI APRIYANAWATI / 2593037 Dosen Pembimbing 1 Prof. Dr. Benny Chatib, MSc. Yussy Kusumawardani, ST
Dalam mendesain bak sedimentasi, besarya kecepatan desain ditentukan berdasarkan frekuensi kecepatan pengendapan melaluii percobaab pada tangki ideal Camp. Tetapi pada prakteknya, kondisi di lapangan umumnya berbeda dengan kondisi ideal, untuk itu diperlukan suatu faktor koreksi kecepatan. Untuk mengetahui removal pada Tangki Camp dan bak pengendap (pola penelitian ini digunakan bak pengendap multi plat) biasaya digunakan parameter. Total Suspended Solid (TSS), tetapi karena pengukuran TSS cukup sulit dan membutuhkan waktu yang lama maka dipilih parameter kekeruhan yang lebih mudah diidentifikasi, karena secara teoritis ada korelasi linear antara TSS dengan kekeruhan. Percobaan pendahuluan dilakukan untuk menentukan persamaan yang menyatakan hubungan antara TSS dan kekeruhan, dengan menggunakan sampel air buatan dari bentonit dengan 21 variasi kekeruhan. Dari percobaan diperoleh persamaan: Y= 72,4 + 2,2 (x), dan koefisien korelasi (r) = 0,99. Untuk percobaan selanjutnya kadar TSS ditentukan dengan menggunakan persamaan tersebut. Percobaan selanjutnya adalah menentukan distribusi frekuensi kecepatan pengendapan dengan 3 variasi kekeruhaan yaitu 116,320 dan 440 NTU. Berdasarkan distribusi frekuensi kecepatan tersebut ditentukan lima kecepatan yang akan dialirkan pada bak pengendap, yaitu 0,032; 0.038; 0,044; 0,051 dan 0,06 cm/dtk. Setelah diketahui removal tangki camp dan bak pengendap, maka diperoleh faktor koreksi kecepatan. Untuk kekeruhan 116 NTU untuk lima kecepatan dari kecepatan kecil ke kecepatan besar diperoleh kecepatan koreksi 0,9612; 0,9547; 0,9395; 0,9192 dan 0,9013, untuk kekeruhan 320 NTU diperoleh faktor koreksi 0,8422; 0,7794; 0,7082; 0,6716 dan 0,6401, untuk kekeruhan 440 NTU diperoleh faktor koreksi 0,7740; 0,7536; 0,7283; 0,6927 dan 0,6381. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa semakin besar kekeruhan dan kecepatan yang dialirkan pada bak pengendap, maka faktor koreksi akan semakin kecil.