// <![CDATA[STUDI SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH PASAR TRADISIONAL NON PERMANEN DI JALAN CIKUTRA BANDUNG]]> TRISARTIKA / 2593042 Dosen Pembimbing 1 Dr. Ir. Tri Padmi Damanhuri Ir. Ria Ismaria
Pasar salah satu prasarana kota yang banyak menimbulkan sampah. Sistem pengolahan sampah pasar pada umumnya relatif buruk. Hal ini diakibatkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat, keterbatasan dana untuk pemeliharaan dan perbaikan fasilitas. Selain itu juga permasalahan disebabkan oleh timbunan sampah pasar, sedangkan fasilitas yang tersedia terbatas, akibatnya pasar menjadi kotor dan mengganggu lingkungan sekitarnya. Oleh sebab itu diperlukan penanganan yang lebih baik. Pengkajian dilakukan terhadap sistem pengolahan sampah pasar dengan mengambil kasul Pasar Cikutra Bandung. Pemecahan masalah dilakukan dengan mengadakan perbaikan terhadap sub-sistem operasional yang melibatkan peran serta masyarakat. Pelaksanaan kebersihan dipengaruhi oleh pola aktivitas masyarakat, fasilitas kebersihan, dukungan dari beberapa organisasi formal dan informal yang ada di Pasar Cikutra. Hasil pengukuran timbulan sampah Pasar Cikutra 2.941,18 L/hr atay=u 1.375,11 kg/hr, yang terdiri dari 89,40& BB sampah basah dan sisanya merupakan sampah kering 10,60% BB. Karakteristik kimia sampah Pasar Cikutra meliputi C/N (12,87), kadar air 62,59% BK. Perbaikan sisterm pengelolaan dilakukan dalam dua tahap. Tahap I, diarahkan untuk menciptakan kondisi lingkungan pasar lebih bersih dari saat ini, dengan penekanan pada penyediaan sarana dan pengaturan operasi pengumpulan wadah komunal. Tahap II, diarahkan untuk mengurangi timbulan sampah yang terangkut ke TPA, dengan sarana pengelolaan yang menunjang berkembangnya aktifitas pemanfaatan sampah oleh masyarakat di pasar itu sendiri atau masyarakat lainnya. Tahap dua ini disarankan dilakukan setelah tahap I mencapai hasil nyata. Untuk mencapai sistem pengelolaan sampah yang efektif diusulkan suatu kerjasama yang baik antar instansi dan para pedagang. Rehabilitasi sistem pengelolaan sampah Pasar Cikutra perlu segera direalisasi dengan memulai peralatan pada sub-sistem organisasi.