// <![CDATA[STUDI KINERJA SISTEM PENGUMPULAN DAN PENGANGKUTAN SAMPAH SECARA LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG DI KOTA SUMBER KAB. CIREBON]]> Ir. HM Masduki HS. Ir. Ria Ismaria HENI YUNINGSIH/251993043 Penulis
Pengumpulan dan pengangkatan sampah merupakan tahapan yang saling berkaitan dalam teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan. Kedua tahap ini merupakan salah satu aspek yang ikut menentukan kualitas kebersihan kota yang akan diperoleh. Permasalahan-permasalahan yang ada pada pelaksanaan pengelolaan sampah di Kota Sumber, meliputi: tuntutan dari masyarakat yang belum mendapat pelayanan sampahnya dari kedua sistem yang sudak ada. Dari 140,64 m3/hari timbulan sampah yang dihasilkan, baru dapat terlayani sebesar 54 %, artinya pelayanan sampah yang telah dilaksanakan belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk melakukan studi perbandingan sistem pengumpulan dan pengangkatan sampah antara sistem lagsung dan tidak langsung dengan parameter yang diperbandingkan yaitu: jumlah timbunan sampah, jumlah tenaga kerja, peralatan, waktu operasi, pengaruh terhadap lingkungan dan biaya operasinya. Berdasarkan pengamatan langsung teknik operasional dan hasil perhitungan didapatkan bahwa sistem tidak langsung mampu melayani jumlah timbulan samoah yang lebih banyak dengan waktu operasi yang relatif cepat, yaitu sebesar 21,65 m3 hari dalam waktu operasi 3 jam ritasi, sehingga dapat diterapkan pada berbagai daerah pelayanan. Sedangkan sistem langsung hanya mampu melayani jumlah timbunan sampah sebanyak 7,48 m3/hari dengan waktu operasi 5,2 jam ritasi, sehingga sistem langsung ini lebih cocok diterapkan pada daerah formal, perkantoran dan daerah komersil. Dengan pertimbangan masih banyaknya permukiman menengah ke bawah dan masih mudahnya mendapatkan luas tanah untuk TPS di Kecamatan Sumber, maka sistem yang sesuai dan diharapkan mampu memperluas daerah pelayanannya adalah sistem pengumpulan dan pengangkutan secara tidak langsung.