// <![CDATA[EVALUASI MIKROORGANISME DOMINAN PADA EMISI UDARA DAN RESIDU DARI INCINERATOR BUANGAN MEDIS]]> TIKA RACHMAWATI / 2594001 Dosen Pembimbing 1 Dr. Ir. Barti Setiani Muntalif
Salah satu upaya penanganan limbah medis adalah dengan insinerasi/pembakaran dengan suhu tinggi di atas 1000"Cu ntukm encapadi estruksi99o/mo assad an komponen berbahayas epertim ikroorganismpea togen.N amuni nsineratorli mbahm edis yang ada di Bandung sebagian besar beroperasi pada suhu di bawah 1000"C, sehingga memungkinkan lolosnya mikroorganisme pathogen tahan panas melalui emisi udara dan residu pembakaran yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Untuk mengetahui kadar dan jenis mikroorganisme yang ada dalam emisi udara dan abu incinerator suatu RS di Bandung, maka dilakukan penelitian ini dengan studi kasus di RSUP Hasan Sadikin dan RS Mata Cicendo. Sampling dilakukan pada insinerato secara triplo dengan jadwal pengambilan sampel seminggu sekali. Pengambilan sampel emisi udara dilakukan pada menit ke 30, 60, 90 dan 120, selama 2 jam pembakaran dengan suhu 0"C-800"C. Alat yang digunakan adalah midget impinger dan sebagai titik sampel adalah mulut/ujung stack insinerator. Sedangkan pengambilan sampel abu dilakukan setelah pembakaran selesai dengan mengambil sejumlah abu pada bagian tengah tempat penyimpanan abu sebagai titik sampel abu. Sampel dibawa ke laboratorium untuk diidentifikasi dan evaluasi. Langkah pertama sampel diisolasi dan setelah ada pertumbuhan koloni bakteri hitung % jumlah tiap bakteri yang ada terhadap jumlah bakteri total. Setelah itu lakukan pemumian dan tentukan bakteri dominan dengan % jumlah paling besar. Kemudian lakukan identifikasi dengan metoda Cowan yang menggunakanr eaksi-reaksi Enzimatik dan pewamaan gram sebagai dasar penentuan karakter/sifat suatu bakteri. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa telah ditemukan beberapa jenis bakteri dominan yang terdapat dalam insinerator RSUP Hasan Sadikin, namun bakteri paling dominan adalah Bacillus subtillis dengan jumlah 67x103 sel/ml (47.29%) pada sampel emisi udara dan 7,6x103 sel/gram (5,33%) pada sampel abu. Sedangkan pada insinerator RS Mata Cicendo iuga ditemukan Bacilluss subtillis sebagai bakteri paling dminan dengan jumlah 19x103 sel/ml (41,67%) pada sampel emisi udara dan 4,67x103 sel/gram (10,99%) pada sampel abu.