// <![CDATA[STUDI REDUKSI TIMBULAN SAMPAH DI SUMBER DENGAN MENGGUNAKAN METODE 3R DI PERUMAHAN GRIYA MELATI DAN INDAH PRASTA]]> MUHAMMAD DESRI ARI ANDY / 252001061 Penulis SITI AINUN ST., S.Psi., MSc.
Semakin tingginya timbulan sampah perkotaan tidak di imbangi dengan teknik pengelolaan sampah yang efesien. di Kota Bogor timbulan sampah baru teratasi sebesar 68,6% dari total timbulan 2,210 m³/hari, sektor perumahan (domestik) berkontribusi sebesar 1.340 m³ atau 63,09% dari timbulan total sampah kota. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka Dinas Cipta Karya Bidang Kebersihan Kota Bogor menerapan program minimasi timbulan sampah di sumber dengan metoda 3R di perumahan-perumahan, namun belum di ketahui potensi serta efesiensinya baik terhadap timbulan sampah maupun dari segi finansial. Maka perlu di ketahui hal tersebut untuk memberikan gambaran perbandingan antara perumahan yang telah mengaplikasikan yaitu Griya Melati dan yang belum yaitu Indah Prasta, sehingga dapat di ketahui potensinya. Maka terlebih dahulu akan di lakukan pengukuran besar timbulan dan komposisi sampah terhadap yang sudah menerapkan reduksi timbulan dengan yang belum. Di perumahan Indah Prasta besar timbulan 2,25 kg/rumah/hr, di Griya Melati seberat 1.1728 kg/rumah/hari. Di Indah Prasta potensi sampah dapat di reduksi sebesar 98,12%, namun efesiensi reduksi timbulan sampah hanya sebesar 15.56%, sedangkan di Griya Melati potensinya 75,27% dengan efesiensi reduksi sebesar 77,78%. kemampuan mereduksi timbulan sampah di Griya Melati dengan Metode 3R dapat menjadi contoh untuk di implementasikan di perumahan-perumahan sejenis atau sebagai masukan mengenai reduksi timbulan sampah di sumber dengan metode 3R.Semakin tingginya timbulan sampah perkotaan tidak di imbangi dengan teknik pengelolaan sampah yang efesien. di Kota Bogor timbulan sampah baru teratasi sebesar 68,6% dari total timbulan 2,210 m³/hari, sektor perumahan (domestik) berkontribusi sebesar 1.340 m³ atau 63,09% dari timbulan total sampah kota. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka Dinas Cipta Karya Bidang Kebersihan Kota Bogor menerapan program minimasi timbulan sampah di sumber dengan metoda 3R di perumahan-perumahan, namun belum di ketahui potensi serta efesiensinya baik terhadap timbulan sampah maupun dari segi finansial. Maka perlu di ketahui hal tersebut untuk memberikan gambaran perbandingan antara perumahan yang telah mengaplikasikan yaitu Griya Melati dan yang belum yaitu Indah Prasta, sehingga dapat di ketahui potensinya. Maka terlebih dahulu akan di lakukan pengukuran besar timbulan dan komposisi sampah terhadap yang sudah menerapkan reduksi timbulan dengan yang belum. Di perumahan Indah Prasta besar timbulan 2,25 kg/rumah/hr, di Griya Melati seberat 1.1728 kg/rumah/hari. Di Indah Prasta potensi sampah dapat di reduksi sebesar 98,12%, namun efesiensi reduksi timbulan sampah hanya sebesar 15.56%, sedangkan di Griya Melati potensinya 75,27% dengan efesiensi reduksi sebesar 77,78%. kemampuan mereduksi timbulan sampah di Griya Melati dengan Metode 3R dapat menjadi contoh untuk di implementasikan di perumahan-perumahan sejenis atau sebagai masukan mengenai reduksi timbulan sampah di sumber dengan metode 3R.