// <![CDATA[PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI AIR BERSIH DI KOTA MABA KABUPATEN HALMAHERA TIMUR PROVINSI MALUKU UTARA]]> RANDY JAYADI / 25.2004.015 Penulis Eka Wardhani, ST., MT. M. Rangga Sururi, ST., MT.
Kota Maba adalah ibu kota Kabupaten Halmahera Timur yang berfungsi sebagai pusat kegiatan kota. Kota Maba memiliki luas wilayah seluas 26.270 Ha, terdiri dari tiga desa, yaitu Desa Maba Sangaji, Desa Boa Gimalaha, dan Desa Wailukum. Jumlah penduduk pada tahun 2008 sebanyak 7.724 jiwa. Ketiga desa tersebut belum mendapatkan air bersih secara baik. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah studi, maka direncanakan suatu sistem distribusi air bersih dengan lama periode perencanaan selama 20 tahun dengan tingkat pelayanan pada akhir tahun perencanaan sebesar 70% dari jumlah total penduduk di wilayah studi. Model Proyeksi Geometri adalah model proyeksi yang dapat memperkirakan jumlah penduduk pada masa yang akan datang, karena paling mendekati kondisi sebenarnya. Perencanaan jalur distribusi pipa induk menggunakan 3(tiga) alternatif. Alternatif satu menggunakan pola cabang, alternatif dua menggunakan pola loop dan alternatif tiga menggunakan pola gabungan (cabang dan loop). Kebutuhan air Kota Maba tahun 2028 sebesar Qrata-rata 17,7221 Liter/detik, Qmaks/hari 19,4943 L/dt dan Qpuncak 26,5831 Liter/detik. Pemenuhun kebutuhan air tersebut berasal dari Mata Air Difa yang mempunyai perkiraan debit air sekitar 100-200 Liter/detik, berdasarkan pertimbangan dari aspek teknis dan ekonomis dengan menggunakan metode matrik “pilihan-berpasangan”, alternatif 3 tiga merupakan alternatif terpilih dengan metode gabungan (cabang dan loop) dengan menggunakan sistem pemompaan yang mengalirkan air selama 24 jam. Kapasitas reservoir sebesar 71 m3 dengan tekanan sebesar 20,49-54,09 meter, kecepatan 0,35-1,03 meter/detik, headloos maksimum sebesar 7,89 meter/kilometer. Pipa yang digunakan adalah pipa jenis PVC (Polyvinyl Chliride) tipe S-12,5 dengan panjang pipa 18.997 meter. Rencana anggaran biaya sebesar Rp 4.001.797.300,-