// <![CDATA[KOMPARASI EFEKTIFITAS PENYISIHAN KANDUNGAN BESI (FE2+) DAN BAHAN ORGANIK DENGAN OZONISASI KONVENSIONAL DAN ADVANCED OXIDATION PROCESS (OZON DITAMBAH ULTRAVIOLET) STUDI SAMPEL AIR TANAH PADASUKA DAN SUKASENANG BANDUNG]]> INDRA SURYANA / 25.2005.003 Penulis Kancitra Pharmawati, ST., MT M. Rangga Sururi, ST., MT
Pemanfaatan air tanah sebagai sumber air bersih sering terjadi permasalahan yaitu tingginya kandungan besi (Fe2+) yang berdampak terhadap kesehatan dan dapat berikatan dengan bahan organik yang sulit untuk dipisahkan. Penelitian ini mengaplikasikan proses oksidasi menggunakan ozon serta kombinasinya dengan sinar UV sebagai teknologi Advanced Oxidation Process, (AOP) untuk menyisihkan kandungan besi dan zat organik yang terdapat pada air tanah. Ozon sebagai oksidator akan menaikkan tingkat oksidasi dengan tujuan mengubah bentuk besi terlarut (Fe2+) menjadi bentuk besi tidak larut (Fe3+). Tujuan penelitian ini untuk membandingkan efektifitas proses ozonisasi konvensional dan AOP dalam penyisihan kandungan besi (Fe2+) dan bahan organik. Sampel air yang digunakan adalah air tanah di daerah Padasuka dan Sukasenang. Penelitian ini menggunakan reaktor semi batch bervolume 1,5 liter dengan interval waktu kontak 5, 10, 15, 20, 25, dan 30 menit. Dari hasil penelitian diperoleh efisiensi penyisihan besi (Fe2+) dengan AOP sebesar 97,34% dan dengan ozonisasi konvensional. 92,15%. Pada efisiensi penyisihan bahan organik dengan AOP sebesar 74,11% dan dengan ozonisasi konvensional 42,85%. Sehingga efisiensi penyisihan kandungan besi dan bahan organik dengan AOP lebih efektif dibandingkan dengan ozonisasi konvensional.