// <![CDATA[EVALUASI PEMANFAATAN ABU BATUBARA (FLY ASH) SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM PADA TANAMAN TOMAT]]> ANGGI HERLINA DEWI / 25.2002.033 Penulis Eka Wardhani, ST., MT Dr. Mumu Sutisna
Sebagai dampak dari kenaikan harga minyak bumi maka pemakaian batubara di industri mengalami peningkatan, akibatnya limbah batubara berupa fly ash dan bottom ash menjadi sangat melimpah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manfaat dari fly ash batubara sebagai media tanam, yang berlokasi di Laboratorium Teknik Lingkungan Institut Teknologi Nasional Bandung. Penelitian dilakukan untuk menganalisa penggunaan fly ash sebagai media tanam menggunakan tanaman tomat dengan mengamati tinggi tanaman tomat serta menganalisa jumlah klorofil dengan menggunakan Metoda Knudson. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah kandungan Cu pada abu batubara telah melebih bakumutu PP 18/1999 Jo PP 85/1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun sehingga abu batubara ini termasuk limbah bahan berbahaya dan beracun. Abu batubara bersifat polazoik sehingga perlu ditambahkan pupuk organik pada media tanam untuk menghindarkan pengerasan lahan. Pada hari ke-15, tanaman tomat dengan perlakuan TL 75% + ABB 25% melebihi kontrol dan perlakuan lain, hal ini disimpulkan karena kandungan Cu yang terdapat pada abu batubara mencukupi kebutuhan unsur hara mikro tanaman tomat. Pada konsentrasi abu batubara 100% terjadi perlambatan pertumbuhan, atau gejala toksifikasi, hal ini diakibatkan kandungan Cu yang berlebih yang mempengaruhi tanaman tomat karena kandungan Cu yang dibutuhkan tanaman tomat dalam jumlah yang sedikit. Penggunaan abu batubara yang tinggi akan meningkatkan sintesa klorofil yang akan mempercepat proses degradasi sehingga menyebabkan daun mudah gugur.