EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN PASAWAHAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG
Kelurahan Pasawahan secara geografis berada di bagian selatan cekungan Bandung, di
sebelah utara dibatasi oleh Kecamatan Wates Kota Bandung, sebelah selatan Desa
Dayeuhkolot, sebelah timur Desa Sukapura dan Desa Citeureup dan di sebelah barat dibatasi
oleh Desa Cangkuang. Kelurahan Pasawahan sebagian besar berupa kawasan industri dengan
luas 170,61 ha yang terdiri dari industri besar, sedang, kecil dan industri rumahan, kawasan
permukiman dengan luas 30,54 ha. Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan apabila musim
penghujan tiba dengan durasi hujan yang lama dan intensitas hujan yang tinggi maka akan
terjadi banjir dan genangan, ketinggian air berkisar antara 50-300 cm di beberapa permukaan
jalan dan kawasan permukiman yang berdekatan dengan sungai Citepus dan Citarum. Salah
satu penyebab banjir dan genangan disebabkan oleh alih fungsi lahan di bagian hulu yang
menyebabkan peningkatan debit air limpasan, dimensi saluran drainase yang tidak memadai,
penyumbatan sungai atau saluran drainase oleh sampah yang dibuang secara sembarangan dan
endapan sedimen di saluran atau sungai karena tingginya erosi di bagian hulu. Lokasi yang
sering terkena banjir adalah RW 1-4, RW 11, RW 12, IPAL terpadu di Jalan Cisirung Palasari
serta genangan yang terjadi di sebagian Jalan Dayeuhkolot, Jalan Mengger dan Jalan Cisirung
Palasari. Untuk mengatasi banjir dan genangan maka perlu direncanakan sistem drainase
berwawasan lingkungan (ecodrainase) yang mampu meminimalisasi daerah banjir dan
genangan di Kelurahan Pasawahan. Perencanaan meliputi analisa hidrologi, analisa kontur,
analisa banjir dan genangan, penentuan jalur dan perhitungan dimensi saluran drainase
berdasarkan rumus manning, metoda ecodrainase apa yang akan digunakan. Dari hasil
pengukuran dilapangan diperoleh dimensi untuk kedalaman saluran (d) 0,39-1,34 m, lebar
saluran (b) 0,35-1,42 m). Dari hasil perhitungan menurut kriteria desain diperoleh dimensi
untuk debit dengan nilai antara : 1,14-19,04 m3/dtk, kedalaman saluran (d) 0,57-3,23 m, dan
untuk lebar saluran (b) 1,15-6,46 m.Biaya yang diperlukan untuk merevitalisasi saluran
drainase diperlukan biaya sebesar Rp.5.461.663.71, Metoda ecodrainase yang akan digunakan
adalah sumur resapan dan lubang biopori.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2011).EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN PASAWAHAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN PASAWAHAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2011.Text
MLA Style
.EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN PASAWAHAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2011.Text
Turabian Style
.EVALUASI SISTEM DRAINASE DI KELURAHAN PASAWAHAN KECAMATAN DAYEUHKOLOT KABUPATEN BANDUNG ().Teknik Lingkungan:FTSP,2011.Text