// <![CDATA[EVALUASI KONSENTRASI OPTIMUM PEMANFAATAN ABU BATUBARA (FLY ASH) SEBAGAI CAMPURAN MEDIA TANAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKECAMBAHAN PADA TANAMAN TOMAT]]> Delete MAULANDHY FEBRIAN SURRAMANRA / 25-2006-015 Penulis Dr. Mumu Sutisna
Penggunaan batubara sebagai sumber energi pada industri saat ini semakin bertambah, oleh karena itu sisa pembakaran dari batubara yang disebut dengan flyash semakin bertambah. Oleh karena itu penting untuk diadakannya penelitian untuk menangani permasalahan akibat dampak negatif flyash tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa penggunaan fly ash sebagai campuran media tanam dengan menggunakan tanaman tomat sebagai tanaman uji dengan mengamati perkecambahan dan pertumbuhan dan mengukur akumulasi logam pada buah tomat. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan pengujian berupa pengamatan secara visual, dan uji akumulasi logam menggunakan metoda AAS (Atomic Adsorption Spectofotometri). Pada uji perkecambahan, hubungan antara presentase fly ash dengan gejala toksifikasi adalah sejalan, yaitu semakin besar konsentrasi fly ash yang dicampurkan maka semakin sedikit pula kecambah tomat yang tumbuh Efek toksifikasi dapat dibagi menjadi 3, yaitu toksifikasi ringan, sedang dan berat. Toksifikasi ringan ditunjukkan dengan warna daun menjadi hijau pucat dan itu terdapat pada seluruh variasi fly ash. Toksifikasi sedang ditunjukkan dengan warna daun menjadi kuning dan bentuk daun bergelombang dan itu terdapat pada contoh substrat variasi fly ash 15%. Sedangkan toksifikasi berat ditunjukkan dengan warna daun berwarna coklat dan daun kering. Toksifikasi berat dapat mengakibatkan tidak tumbuhnya bunga pada tanaman tomat, toksifikasi berat ini ditunjukkan pada variasi fly ash 45%. Baku mutu yang digunakan adalah Baku Mutu PerMenKes 907/2002, baku mutu tersebut digunakan karena tidak adanya baku mutu kandungan logam untuk tanaman pangan seperti tomat.