// <![CDATA[EFEKTIVITAS OZON DALAM PENYISIHAN BESI TERLARUT (FE2+) DAN PROSES TRANSFER GAS OZON DENGAN PERLAKUAN VARIASI DIAMETER PORI & DEBIT ALIRAN UDARA :]]> Nurida Sari Penulis M. Rangga Sururi, ST., MT Kancitra P, ST., MT
Pemanfaatan air tanah sebagai sumber air bersih sering terjadi permasalahan yaitu tingginya kandungan besi (Fe2+) yang berdampak terhadap kesehatan. Pada penelitian ini untuk menyisihkan kandungan besi (Fe2+) dilakukan proses oksidasi secara ozonisasi. Penggunaan ozon yang efektif pada proses oksidasi menjadi sangat penting, dan untuk mengetahui hal tersebut dilakukan perlakuan variasi diameter pori dan debit aliran udara. Didalam penelitian ini akan terjadi proses transfer gas ozon, untuk itu perlu juga dilakukan penelitian mengenai hal tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ozon dalam penyisihan besi terlarut (Fe2+) dan mengetahui proses transfer gas ozon yang terjadi pada sampel air tanah dengan melakukan perlakuan variasi diameter pori dan debit aliran udara. Adapun air yang digunakan pada penelitian adalah air tanah yang berlokasi di Sukasenang Kota Bandung dengan kadar besi terlarut (Fe2+) diketahui sebesar 2,097 mg/L. Variasi diameter pori yaitu ukuran pori 1 (16-40 μm), pori 2 (40-100 μm), dan pori 3 (100-160 μm) dan untuk debit aliran udara yang digunakan adalah mulai dari 2, 4, dan 6 L/menit. Penelitian ini menggunakan reaktor semi batch bervolume 1,5 liter dengan interval waktu kontak 5, 10, dan 15 menit. Dari hasil penelitian diperoleh efektivitas ozon dalam penyisihan besi terlarut (Fe2+) sampai dengan 90,43 %, dengan nilai konsentrasi sisa ozon 0,029 mg/L. Nilai efisiensi tersebut paling maksimal yang terjadi pada diameter pori 3 dan di debit aliran udara 6 L/menit . Dilihat dari proses transfer gas (nilai koefisien transfer total) proses transfer gas yang paling baik terjadi pada variasi diameter pori 1 dengan debit aliran udara yang stabil 2 L/menit, 4 L/menit, dan 6 L/menit.