// <![CDATA[PERBANDINGAN EFEKTIFITAS KOMBINASI PROSES OZONISASI DAN KOAGULASI DALAM PENYISIHAN NATURAL ORGANIC MATTER (NOM)]]> PUTRI REGITA B.J / 25-2007-013 Penulis M. Rangga Sururi ST, MT. Djaenudin ST, MT.
Berdasarkan penelitian, diketahui bahwa penggunaan ozon dalam proses desinfeksi menimbulkan desinfection-by product (DBPs) berupa Lower Molecular Weight (LMW). DBPs timbul akibat reaksi antara ozon dengan NOM (Natural Organic Matter) yang merupakan prekusor. Salah satu cara untuk meminimalisasi timbulnya DBPs adalah dengan melakukan penyisihan NOM. Maka dari itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas kombinasi dari proses ozonisasi dan koagulasi dalam penyisihan NOM. Metode pengukuran dilakukan dengan kombinasi yaitu Koagulasi-Ozonisasi dan Ozonisasi-Koagulasi, dengan menggunakan beberapa variasi waktu kontak Ozonisasi yaitu 5, 10, dan 15 menit dan variasi dosis Aluminium Sulfat yaitu 10 ; 20 ; 30 ; 40 dan 50 mg/l. Metode Ozonisasi dilakukan secara semibatch dan Koagulasi dengan menggunakan percobaan jartest. Selama penelitian dilakukan pengukuran NOM dalam bentuk TOC. Sampel air yang digunakan pada penelitian adalah Air Permukaan. Dari hasil percobaan didapatkan, presentase penyisihan TOC paling besar pada setiap kombinasi dan waktu kontak terjadi pada dosis Aluminium Sulfat sebesar 50 mg/L. Presentase penyisihan NOM pada dosis 50 mg/L dengan proses Koagulasi-Ozonisasi mencapai 42,3%, sedangkan pada proses Ozonisasi-Koagulasi mencapai 37,1%. Hal ini menunjukan bahwa penyisihan NOM untuk sampel air permukaan dengan proses Koagulasi-Ozonisasi lebih efektif dibandingkan dengan proses Ozonisasi-Koagulasi