// <![CDATA[EFEK PERLAKUAN PH PADA KONSENTRASI SISA OZON DAN HASIL OZONISASI]]> NANDA NURITA SARI / 25.2006.006 Penulis Kancitra Pharmawati, ST., MT M. Rangga Sururi, ST., MT
Air Minum dalam Kemasan (AMDK) dan Air Minum Isi Ulang (AMIU) merupakan alternatif bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum. Perusahaan AMDK dan AMIU seringkali menggunakan teknik desinfeksi menggunakan ozon sebagai desinfektan yang disebut ozonisasi. Ozon merupakan salah satu oksidator kuat dalam air dan dianggap sebagai desinfektan paling efektif dibandingkan dengan desinfektan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan pH pada konsentrasi sisa ozon (C) dan waktu kontak (T) optimum bagi proses penyisihan bakteri Coliform dan E.Coli. Berdasarkan penelitian terdahulu kondisi pH dapat mempengaruhi proses ozonisasi, dimana semakin tinggi pH air maka ion hidroksida yang terkandung di dalam air semakin besar. Ion hidroksida dalam dekomposisi ozon berperan sebagai inisiator yang dapat mempercepat pembentukan OH radikal. OH radikal bersifat tidak selektif, sehingga materi yang tidak dapat diolah dengan ozon akan dioksidasi oleh OH radikal. Sampel air yang digunakan adalah Mata Air Cibanteng dan air Unit Filter PDAM Tirtawening Kota Bandung. Penelitian dilakukan di Laboratorium Air ITENAS secara semi batch dengan perlakuan pH asam, netral dan basa pada interval waktu kontak 3,5,10 dan 15 menit. Metode yang digunakan untuk mengukur C adalah Indigo Colorimetric. Konsentrasi sisa ozon pada sampel air filter (1,59 mgO3 menit/L) dengan perlakuan pH asam, netral dan basa memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan sampel mata air (3,18 mgO3 menit/L), hal ini menyebabkan penyisihan bakteri Coliform dan E.Coli pada unit air filter lebih optimum di bandingkan E.Coli.