// <![CDATA[LIFE CYCLE INVENTORY (LCI) BIOETANOL DARI LIMBAH TETES TEBU (STUDI KASUS PT. Y PALIMANAN KOTA CIREBON)]]> FITRIA ISTI HAULA / 25.2008.008 Penulis Kancitra Pharmawati, ST,. MT Djaenudin, SSi.,MT
Penerapan teknologi bersih dalam suatu industri sangat diperlukan untuk mengendalikan proses produksi agar tidak terlalu mencemari lingkungan. Salah satu upaya penerapan teknologi bersih yaitu Life Cycle Assessment (LCA). LCA dapat mengevaluasi input, output dan dampak lingkungan yang potensial dari suatu sistem produk sepanjang siklus hidupnya. Pada penelitian ini menggunakan metoda LCA from cradle to gate sampai fase analisis inventori (Life Cycle Inventory, LCI). Kajian LCI yang dilakukan yaitu terhadap daur hidup bioetanol dari tetes tebu, dimana bioetanol merupakan bahan bakar alternatif yang dapat menurunkan emisi CO2 hingga 18%. Analisis inventori meliputi kebun tebu, pabrik gula dan pabrik bioetanol, dengan mengetahui inflow, outflow massa dan energi, bahan bakar dan transportasi. Dalam analisis inventori menyetarakan satuan fungsional dan mengetahui nilai indeks. Hasil penelitian menunjukkan pada proses produksi gula inflow massa 3.960.000 kg/hari dan outflow massa 3.960.000 kg/hari, sedangkan inflow energi 1.530.000 kg/hari dan outflow energi 1.530.000 kg/hari. Proses produksi di pabrik bioetanol inflow massa 77.100 kg/hari dan outflow massa 77.100 kg/hari, sedangkan inflow energi 30.069,4 kg/hari dan outflow energi 30.069,4 kg/hari.