// <![CDATA[PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN SISTEM SINGLE CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL]]> Rida Afiatika Parinduri / 252009005 Penulis Djaenudin, ST.,MT. Yulianti Pratama, ST., MT.
Air limbah industi tahu mengandung berbagai jenis senyawa organik yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan, sehingga dilakukan penelitian untuk mengolah air limbah tahu dengan menggunakan metode Single Chamber Microbial Fuel Cell (SCMFC) untuk menurunkan beban pencemar sekaligus mendapatkan energi listrik. Sistem ini menggunakan elektroda tembaga (Cu) dan karbon (C), mikroorganisme (konsorsium mikroba dalam air limbah tahu, Escherichia coli, Saccharomycopsis fibuligera, serta kombinasi antara Escherichia coli dan Saccharomycopsis fibuligera) yang divariasikan dengan perlakuan aklimatisasi dan tanpa aklimatisasi mikroba, NaCl sebagai jembatan garam yang berperan sebagai penukar kation serta memanfaatkan udara sebagai akseptor elektron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses SCMFC yang berlangsung selama 48 jam dengan kombinasi mikroba aklimatisasi mendapat hasil paling baik dengan efisiensi penurunan Biochemical Oxygen Demand (BOD5) hingga 76.57%, Chemical Oxygen Demand (COD) hingga 77.22% serta menghasilkan energi listrik sebesar 9,216x10-5 kwh.