// <![CDATA[PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAHU MENGGUNAKAN SISTEM DOUBLE CHAMBER MICROBIAL FUEL CELL]]> M. Rangga Sururi, ST., MT. Djaenudin, ST.,MT. Delete Khanigia Vanessa Hermawan / 252009001 Penulis
Air limbah industri tahu memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan yang baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk menurunkan kandungan organik yang terdapat pada air limbah tahu dengan menggunakan sistem Double Chamber Microbial Fuel Cell (DCMFC). DCMFC adalah suatu metode pengolahan limbah dengan memanfaatkan aktifitas mikroba untuk mengkonversi bahan organik sekaligus memproduksi listrik. Variasi yang dilakukan adalah endogenous dalam air limbah tahu, air limbah tahu dengan penambahan E.coli, S.fibuligera dan kombinasi keduanya dengan aklimatisasi dan tanpa aklimatisasi. Sistem DCMFC berlangsung selama 48 jam dengan pengukuran parameter pH,V dan I. Setelah memperoleh hasil terbaik dari penelitian 48 jam kemudian dilanjutkan menjadi 10 hari, hasil paling optimum didapat dari kombinasi aklimatisasi 10 hari yang mampu menurunkan BOD5 hingga 91,26%dan COD 93,16%, dan juga menghasilkan potensial listrik sebesar sebesar 0.880 V dan kuat arus 0,07 mA yang dengan efisiensi listrik sebesar 0,5%.