// <![CDATA[PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI TAPIOKA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI MICROBIAL FUEL CELL (MFC)]]> Dyas Risma Putri / 252008007 Penulis Djaenudin, ST., M.T Yulianti Pratama, ST., M.T
Microbial Fuel Cell (MFC) adalah serangkaian alat yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik dengan menggunakan substrat dari air limbah industri tapioka sebagai bahan bakarnya dengan bantuan Saccharomyces cereviciae. Maksud dari teknologi MFC ini adalah mengurangi beban pencemaran yang terkandung di dalam air limbah tapioka terutama menurunkan nilai COD (Chemical Oxygen Demand), dan memanfaatkan air limbah tapioka sebagai bahan baku untuk menghasilkan listrik, penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi air limbah tapioka dalam menghasilkan listrik dengan menggunakan metode MFC dan mengetahui penurunan nilai COD dengan mengunakan teknologi MFC. Senyawa organik yang terdapat pada air limbah Industri Tapioka dapat digunakan oleh mikroorganisme S. cerevisiae, sebagai substrat (bahan baku) untuk proses metabolisme yang menghasilkan elektron. Elektron yang dihasilkan digunakan sebagai sumber listrik. Kalium permanganat digunakan sebag ai penangkap elektron di katoda. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi media penukar proton yaitu membran dan jembatan garam, berat S. cerevisiae sebanyak 12,5 mg dan 25 mg dengan konsentrasi kalium permanganat 10 ppm, 25 ppm dan 50 ppm. Satu variasi dilakukan selama 48jam. Parameter yang diukur dalam penelitian ini ada lah COD kuat arus, voltase, pH dan dihitung Energi yang dihasilkan serta efisiensi listrik yang diproduksi dari jumlah elektron yang ada. Dari hasil penelitian diperoleh nilai yang paling tinggi dar i variasi media penukar proton membran dengan berat S.cereviciae 25 mg dengan kosentrasi kalium permanganat 50 ppm yaitu penurunan COD sebanyak 98,6%, Kuat Arus 0,9 0 mA, Voltase 666 mV, efisiensi listrik 0,017 % dan jumlah energi yang dihasilkan sebesar 6,56 x 10-6 kWh.