// <![CDATA[PERBANDINGAN PERHITUNGAN SKOR RISIKO KECELAKAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF MENGGUNAKAN METODE FINE DAN MATRIKS ROBINSON (STUDI KASUS PT.X)]]> Fransis Yolanda / 252009031 Penulis Prof.dr. Juli Soemirat, MPH.Ph.D. Kancitra Pharmawati, ST., MT.
Risiko kecelakaan kerja di sektor konstruksi cukup tinggi dari sektor lain, sehingga diperlukan penelitian untuk membandingkan SR (Skor Risiko) kuantitatif dan SR kualitatif. Perhitungan SR kuantitatif menggunakan Metode Fine dan Matriks Robinson sedangkan perhitungan SR kualitatif menggunakan Matriks 3x3. Matriks Robinson memberikan nilai E (Paparan), C (Konsekuensi), dan P (Kemungkinan) untuk perhitungan SR menggunakan Metode Fine. SR tertinggi hasil perhitungan kuantitatif adalah bagi jejas dalam, luka sayat, dan luka tusuk pada bagian jari tangan sebesar 196,842 berjumlah 17 kasus, kaki & lutut sebesar 130,263 berjumlah 15 kasus, dan pergelangan tangan sebesar 81,053 berjumlah 7 kasus. Sedangkan SR tertinggi perhitungan kualitatif adalah pada jenis jejas patah tulang pada bagian pinggul dengan nilai SR 6 berjumlah 1 kasus dan jenis jejas katagori dan lain-lain pada bagian muka dan kepala nilai SR 4 berjumlah 3 kasus, dan mata nilai SR 4 berjumlah 2 kasus. SR kualitatif lebih memperhitungakan keparahan, sedangkan perhitungan SR kuantitatif selain memperhitungkan keparahan, juga memperhitungkan frekuensi. SR kuantitatif menunjukan prioritas untuk pencegahan kecelakaan agar kecelakaan yang sama tidak terulang kembali dan angka kecelakaan dapat turun dengan cepat. Dengan demikian metode kuantitatif juga memberi peluang untuk perbaikan secara berkelanjutan sampai tercapainya kondisi zero accident.