// <![CDATA[KANDUNGAN LOGAM BERAT KADMIUM (CD) PADA PERAIRAN DAN SEDIMEN SUNGAI CITARUM HULU SEGMEN DAYEUHKOLOT-NANJUNG]]> Mutiara Rachmaningrum / 252010015 Penulis Kancitra Pharmawati, S.T., M.T Eka Wardhani, S.T., M.T
Sungai Citarum hulu kini telah mengalami penurunan kualitas air akibat logam berat yang berasal secara alami dan kegiatan manusia seperti industri yang limbahnya dapat mencemari perairan. Kadmium merupakan logam berat berbahaya berdasarkan PP No. 85 tahun 1999 tentang pengelolaan limbah B3. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan logam berat Cd segmen Dayeuhkolot sampai Nanjung pada perairan dan sedimennya, yang dilakukan pada bulan Mei 2014. Parameter yang diukur adalah parameter fisika dan kimia perairan, jenis sedimen serta konsentrasi Cd pada perairan dan sedimen. Dimana pemeriksaan logam berat ini menggunakan spektrofotometer serapan atom (SSA). Berdasarkan hasil penelitian, nilai Cd di perairan Dayeuhkolot, Cisirung, dan Nanjung adalah < 0,006 mg/L. Nilai tersebut berada di bawah baku mutu PP 82 tahun 2001 yaitu 0,01 mg/L. Sedangkan kandungan Cd pada sedimen di Dayeuhkolot, Cisirung, dan Nanjung, berturut-turut adalah 1,07 mg/kg, 0,38 mg/kg, dan 1,93 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa kandungan Cd lebih tinggi di sedimen dibandingkan pada perairannya. Berdasarkan hasil sieve and analysis hydrometer, jenis sedimen di Dayeuhkolot (pasir), Cisirung (kerikil) dan Nanjung (pasir). Jenis sedimen dan beberapa faktor lain dapat mempengaruhi konsentrasi logam berat di perairan dan sedimen.