// <![CDATA[PERENCANAAN INSTALASI PENGOLAHAN LUMPUR DI IPA BADAK SINGA PDAM TIRTAWENING KOTA BANDUNG MENGGUNAKAN GRAVITY THICKENER, CHEMICAL CONDITIONING, DAN BELT FILTER PRESS]]> SARAH AZ-ZAHRA / 252010023 Penulis 0408066601 - Rachmawati Sugihhartati Djembarmanah, Ir., M.Env.Stud., Ph.D Eka Wardhani,ST.,MT.
Lumpur yang dihasilkan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Badak Singa selama ini dibuang langsung ke sungai, yaitu Sungai Cikapundung. Oleh karena itu, dibutuhkan instalasi pengolahan lumpur untuk mengolah lumpur hasil dari unitunit pengolahan di IPA Badak Singa, agar lumpur tersebut tidak dibuang ke sungai sehingga dapat meminimalisir tingkat pencemaran di sungai Cikapundung dan terjadinya pendangkalan sungai akibat sedimentasi oleh lumpur. Perencanaan didasarkan pada kuantitas lumpur yang dihasilkan oleh IPA pada saat kondisi maksimum. Dari hasil perhitungan menunjukkan kuantitas lumpur yaitu massa lumpur sebesar 28.497,34 Kg/hari dan volume lumpur sebesar 587,64 m3/hari. Perencanaan merekomendasikan 3 alternatif proses pengolahan lumpur. Dari ketiga alternatif tersebut akan dipilih alternatif terbaik. Pemilihan alternatif menggunakan metode Checklist dan metode Weight Ranking Technique (WRT) dengan nilai KPF dan KPA. Berdasarkan kedua metode tersebut, Alternatif 2 merupakan alternatif yang terpilih, yang terdiri dari proses thickening dengan menggunakan Gravity Thickener, proses Chemical Conditioning dengan menggunakan polimer kationik, dan proses dewatering dengan menggunakan Belt Filter Press. Untuk proses thickening menggunakan 1 unit Gravity Thickener dan untuk proses dewatering menggunakan 2 unit Belt Filter Press dengan model NPD26L. Pendekatan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan sebesar Rp 10.525.951.383.