// <![CDATA[PERENCANAAN INSTALASI PLAMBING AIR BUANGAN DAN IDENTIFIKASI POTENSI GREYWATER GEDUNG NEWTON RESIDENCE]]> Devi Ayu Putrianti / 252009016 Penulis Yulianti Pratama, S.T., M.T. Dyah Asri Handayani, S.T., M.T.
Sumber pencemar dominan yang mencemari perairan di Kota Bandung adalah air buangan domestik, antara lain berasal dari hotel dan apartemen. Air buangan yang dihasilkan dari gedung Newton Residence adalah greywater dan blackwater. Tujuan penelitian untuk melakukan perencanaan instalasi plambing air buangan dan melakukan identifikasi potensi penghasil greywater yang dapat digunakan kembali sebagai sumber air alternatif serta secara langsung mengurangi debit air buangan dan mendukung upaya konservasi dalam penerapan konsep green building. Metode dan standar yang digunakan untuk perencanaan sistem plambing adalah berdasarkan SNI 03-7065-2005 tentang tata cara perencanaan sistem plambing, sedangkan pada identifikasi dengan melakukan analisa sumber dan kuantitas air buangan berdasarkan alat plambing. Populasi pada gedung Newton Residence adalah 3.245 orang dengan debit air buangan total yang dihasilkan adalah 614,09 m3/hari. Pipa greywater pada gedung tersebut berdiameter 50 mm-125 mm, pipa blackwater berdiameter 50 mm-150 mm dan pipa dari kitchen sink berdiameter 50 mm-63 mm. Penggunaan alat plambing dengan label WaterSense dapat menghemat air hingga 32,89%. Hasil identifikasi menunjukan potensi greywater yang dihasilkan oleh Newton Residence adalah 265,76 m3/hari, dengan hasil paling besar dari kondensasi AC dan dapat memenuhi kubutuhan flushing toilet dan urinal dengan debit 69,72 m3/hari serta menjadi air cadangan pemadam kebakaran dengan volume 164,66 m3. Dengan demikian greywater dapat digunakan sebagai sumber air alternatif setelah dilakukan pengolahan serta mengurangi pemakaian air bersih dari sumber utama.