// <![CDATA[EVALUASI TINGKAT KEBERLANJUTAN SISTEM PENGELOLAAN SAMPAH DENGAN BIODIGESTER (KELURAHAN CIBANGKONG DAN KELURAHAN CILENGKRANG)]]> Delete Nesya Amandasari H. / 252010026 Penulis Dr. Ir. Etih Hartati 0416087701 - Siti Ainun , S.T., S.Psi, M.Sc
Salah satu pengolahan sampah yang mudah dilakukan di pemukiman yaitu biodigester. Biodigester merupakan teknologi pengolahan dengan penambahan mikrobiologi sebagai starter agar mempercepat proses dekomposisi material organik tanpa udara. Kelurahan Cibangkong dan Cilengkrang telah memiliki biodigester, dimana substrat Cibangkong dengan sistem kontinyu, dan Cilengkrang semi kontinyu. Cibangkong termasuk daerah perkotaan dan Cilengkrang daerah pedesaan sehingga terdapat perbedaan pola hidup dan kuantitas timbulan sampah. Tujuan penelitian ini membandingkan tingkat keberlanjutan biodigester. Tahapan penelitian ini meliputi pengukuran karakteristik sampah, kualitas pupuk cair, dan keberlanjutan biodigester. Hasil pengukuran di laboratorium kelayakan substrat memenuhi rasio C:N:P dan kualitas pupuk cair memenuhi standar pH. Tingkat keberlanjutan lingkungan dalam perhitungan efisiensi pengurangan sampah paling tinggi yaitu di Cilengkrang 14,25%, keberlanjutan manfaat biodigester paling tinggi diukur dengan kuisioner pada wilayah Cibangkong yaitu 68%. Payback Periode dan aliran kas yang paling baik berada pada wilayah Cilengkrang lebih cepat yaitu 1 tahun namun aliran kasnya merugi (Rp. 203.417)/bulan, hal ini dapat diatasi dengan melakukan pengelolaan 3R yang lain. Keberlanjutan biodigester pada aspek sosial paling tinggi diukur dengan kuisioner pada wilayah Cibangkong yaitu 64%. Tingkat keberlanjutan biodigester diperoleh wilayah Cilengkrang sebesar 0,46 dan Cibangkong sebesar 0,54. Tingkat keberlanjutan pengelolaan 3R lain diperoleh wilayah Cilengkrang sebesar 0,52 dan Cibangkong sebesar 0,60.