// <![CDATA[KAJIAN TELAPAK EKOLOGIS DI KAWASAN STRATEGI NASIONAL PERKOTAAN CEKUNGAN BANDUNG]]> Odhila Farid Saputra / 252010033 Penulis Eka Wardhani, S.T., M.T. Kancitra Pharmawati, S.T., M.T.
Aktivitas manusia bergantung pada biosfir, yang memberikan sejumlah besar pasokan sumber daya alam (SDA) secara terus-menerus untuk mendukung pembangunan ekonomi dan kehidupan sehari-hari. Konsumsi SDA dan dampaknya terhadap ekosistem didefinisikan sebagai Telapak Ekologis (TE). Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Cekungan Bandung, Provinsi Jawa Barat. Lokasi ini dipilih karena termasuk Kawasan Strategis Nasional yang bercirikan perkotaan dan memiliki tingkat urbanisasi dan pertumbuhan ekonomi tinggi. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah membandingkan TE dengan luas aktual lahan produktif yang dihitung sebagai perbandingan lahan yang dibutuhkan (demand) dan lahan yang tersedia (supply), serta merekomendasikan strategi dan program yang dapat dilakukan untuk mencegah tingginya nilai defisit antara TE dengan BC dari keenam sektor yang ditelaah (Sektor Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan, Lahan Terbangun, dan Penyerap Karbon). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode perhitungan dengan menggunakan format perhitungan TE yang dikeluarkan oleh Global Footprint Network dan data yang dikumpulkan berasal dari instansi kabupaten/kota di Cekungan Bandung. Nilai TE konsumsi di Kawasan Cekungan Bandung Tahun 2012 sebesar 5.310.662 gha atau 0,6362 gha/orang sedangkan biokapasitas (BK) yang tersedia sebesar 1.364.305 gha atau 0,1634 gha/orang. TE konsumsi tertinggi berasal dari Sektor Pertanian dan Penyerap Karbon. Berdasarkan perbandingan nilai TE dan BK, status Ecological Deficit (ED) untuk Kawasan Cekungan Bandung yaitu Minor Deficit karena berada dalam rentang 0,1