// <![CDATA[KAJIAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN KOMUNAL SEBAGAI PLUG-FLOW REACTOR]]> Delete Fikri Muhammad Abdillah / 252010024 Penulis M. Rangga Sururi, S.T., M.T.
Air buangan mengalami transformasi selama berada di dalam saluran air buangan. Akan tetapi, informasi yang ada tentang proses tersebut belum banyak ditemukan, terlebih untuk sistem komunal yang menjadi alternatif di Indonesia. Penelitian dilakukan guna mempelajari pola konsumsi air bersih, dimensi saluran, dan proses di dalam saluran air buangan komunal untuk mengidentifikasi fungsinya sebagai bagian dari sistem pengolahan air buangan di Kampung Tegal Kawung RT 05 RW 08 Kelurahan Cipageran Kota Cimahi. Penelitian menggunakan metode survey melalui pembagian kuisoner, analisis dimensi saluran, serta tracer test yang digunakan untuk mengetahui jenis reaktor dan bentuk aliran air. Menurut penelitian diketahui saluran merupakan Plug-Flow Reactor dan memiliki aliran nonideal dengan tingkat dispersi rendah yang didasarkan pada nilai 0,01 m2/detik dari dispersion number. Dua buah standar juga digunakan, yakni SNI 6989.72.2009 dan SNI 6989.73.2009 untuk mengukur BOD serta COD dan diketahui terdapat penurunan konsentrasi sebesar 63,1% dan 60%, yang menandakan telah terjadi proses yang menurunkan konsentrasi parameter serta turut meningkatkan kualitas efluen. Penurunan konsentrasi tersebut memberikan kesimpulan bahwa saluran air buangan komunal dapat dianggap sebagai bagian dari sistem pengolahan dan tidak hanya difungsikan sebagai sistem penyalur air buangan saja. Kesimpulan lain dari penelitian adalah ukuran diameter saluran yang cukup menggunakan pipa 4 inch. Ketidaksesuaian diameter mempengaruhi efektivitas dan efisiensi seperti terhadap kemampuan saluran mengalirkan air dan kotoran, biaya pemipapaan, serta galian termasuk kedalaman, pembiayaan galian, dan buangan tanah.