// <![CDATA[IDENTIFIKASI TINGKAT PARTISIPASI PEDAGANG DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS 3R DI PASAR INDUK GEDEBAGE]]> Wisye Nurfitriana / 252010034 Penulis Siti Ainun, ST., Spsi., MSc Dr. Etih Hartati, Ir., MT
Salah satu sumber penyebab tingginya jumlah timbulan sampah diperkotaan adalah sampah yang berasal dari pasar. Pengelolaan sampah yang dapat diaplikasikan adalah dengan sistem pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Pasar yang telah menerapkan sistem 3R adalah Pasar Induk Gedebage, meliputi Stasiun Peralihan Antara (SPA), Barang Lapak, Pengomposan. Pasar tersebut memiliki komposisi organik sebesar 55%, tetapi dengan komposisi sampah organik yang tinggi tersebut, sistem pengomposan tidak berjalan optimal, oleh karena itu perlu dilakukan optimalisasi pengelolaan sampah yang sudah ada, optimalisasi akan sangat optimal dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, jika tingkat homogenitas sampah organik tersebut tinggi, sehingga menghasilkan hasil pengolahan yang jauh lebih baik dengan menghasilkan nilai ekonomis yang tinggi oleh karena itu diperlukan adanya partisipasi dari pedagang. Identifikasi tingkat partisipasi pedagang diperlukan agar pengelolaan 3R berjalan optimal dilakukan dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan dan keinginan. Pengomposan tidak efisien dalam pengurangan timbulan sampah, sementara efisiensi barang lapak sebesar 0,35%, dan SPA sebesar 68,1%. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan keinginan menggunakan kuisioner dengan skala Likert diolah dengan diagram kartesius berdasarkan tingkat pengetahuan dan keinginan. Pedagang sayur, buah, daging, beras, plastik dan kelontong memiliki tingkat keinginan tinggi dan pengetahuan rendah. Pedagang grosir memiliki tingkat keinginan rendah dan pengetahuan rendah, sedangkan pedagang kue memiliki keinginan tinggi dan pengetahuan tinggi. Berdasarkan perhitungan rerata diperoleh tingkat partisipasi pedagang aspek pewadahan dan pemilahan sudah sangat baik.