// <![CDATA[PROSES PENGOLAHAN LIMBAH ZAT WARNA DISPERSI DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI]]> Hidayah Kusuma Prabawa / 14-2004-010 Penulis R. Eka Yustian / 14-2005-013 Dosen Pembimbing 1 S. Juhanda, Ir., M.Eng Marthen Luther Doko, Ir., MT
Industri tekstil adalah salah satu industri yang berpotensi mengeluarkan limbah terutama dari proses pencelupan. Limbah dari proses pencelupan ini biasanya mengandung zat warna dan logam berat. Apabila limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu maka akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Salah satu metoda pengolahan limbah yang populer saat ini adalah elektrokoagulasi. Metode elektrokoagulasi merupakan metoda elektrokimia untuk mengolah air limbah dengan menggunakan sistem anoda korban yang akan menghasilkan koagulan, yang kemudian diikuti dengan reaksi elektrolitik yang akan menghasilkan gas hidrogen pada katoda. Elektroda yang biasa digunakan pada metode elektroagulasi adalah besi dan aluminium. Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah zat warna disperse dengan elektrokoagulasi dimana telah dipelajari pengaruh jenis elektroda, arus dan kondisi pengadukan terhadap penurunan konsentrasi warna dan kekeruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk zat warna disperse merah dengan menggunakan elektroda Fe %penurunan konsentrasi warna maksimum sebesar 86,73% dan kekeruhan sebesar 17,5 NTU diperoleh pada rapat arus sebesar 8 mA/cm2 dengan pengadukan. Sedangkan dengan menggunakan elektroda Al %penurunan konsentrasi warna maksimum sebesar 91,09% dan kekeruhan sebesar 57 NTU diperoleh pada rapat arus sebesar 8 mA/cm2. Untuk zat warna kuning dengan menggunakan elektroda Fe %penurunan konsentrasi warna maksimum sebesar 83,51% dan kekeruhan sebesar 17,5 NTU diperoleh pada rapat arus sebesar 6 mA/cm2. Sedangkan dengan menggunakan elektroda Al %penurunan konsentrasi warna maksimum sebesar 86,39% dan kekeruhan sebesar 8,9 NTU diperoleh pada rapat arus sebesar 5 mA/cm2.