// <![CDATA[PENGARUH PENAMBAHAN SURFACTANT DAN ADMIXTURE PADA AERATED CONCRETE.]]> Salafudin, ST., M.Sc. IRWAN FERDIANSYAH / 14.2004.013 / TK Penulis SILVIA ROESDIYONO / 14.2004.025 / TK Dosen Pembimbing 1 Riny Yolandha Parapat, ST., MT.
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang paling banyak digunakan karena bahan campuran beton ini mudah didapat, seperti: semen, pasir dan batu. Selain itu, beton juga relatif murah dan mudah dibentuk untuk komponen struktur bangunan. Namun penggunaan beton pada saat ini masih kurang efisien, khususnya ketika beton digunakan sebagai dinding pengisi. Untuk dinding pengisi, sebaiknya menggunakan beton dengan kekuatan yang lebih kecil dari pada beton normal agar beban keseluruhan bangunan dan beban gempa lebih kecil. Karena itu, beton ringan sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan cara pembuatan aerated concrete yang berkualitas, ringan, dan aman sebagai bahan konstruksi. Pada percobaan ini beton ringan dibuat dengan penambahan Superplasticizer (β-Naphthalenesulfonate Formaldehyde Resin) dengan variasi 0% dan 0.2% dari berat semen, surfactant (sodium lauryl sulfate dengan variasi 0%, 0.0043%, 0.0165%, 0.0217%, 0.0303%, 0.0430% dari berat air dan campuran Cocoaminido Propyl Betaine dengan sodium lauryl ether sulfate dengan variasi 0%, 0.0433%, 0.0867%, 0.1300%, 0.1733%, 0.2167% dari berat air), dan ratio pasir dengan semen (3:1 dan 0:1). Penelitian ini menggunakan benda uji kubus 5x5x5 cm dan silinder berukuruan 10x20 cm. Analisa yang dilakukan adalah uji tekan, uji tarik belah, dan densitas. Dari analisa diperoleh beton ringan mengandung pasir dengan komposisi surfaktan 0,0430 % menghasilkan kuat tekan sebesar 7,8533 MPa yang dapat digunakan sebagai dinding pengisi dan beton ringan mengandung pasir dengan komposisi surfaktan 0,0165% dan admixture 0.2% dapat menghasilkan kuat tekan sebesar 19.04 MPa yang dapat digunakan sebagaimana beton normal.