// <![CDATA[PROSES PENGOLAHAN LIMBAH ZAT WARNA DISPERSI DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI.]]> S. Juhanda, Ir., M.Eng Marthen Luther Doko, Ir., MT TINA TRESNAWATI / 14.2007.025 / TK Penulis Anti Dewi Pratiwi / 14.2007.034 / TK Dosen Pembimbing 1
Industri tekstil adalah salah satu industri yang berpotensi mengeluarkan limbah terutama dari proses pencelupan yang mengandung zat warna. Apabila limbah tersebut tidak diolah terlebih dahulu maka akan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam penelitian ini pengolahan limbah dilakukan dengan metoda elektrokoagulasi. Metoda elektrokoagulasi merupakan metoda elektrokimia untuk mengolah air limbah dengan menggunakan sistem anoda korban yang menghasilkan koagulan disertai gas hidrogen pada katoda. Penelitian proses pengolahan limbah zat warna dispersi dengan metoda elektrokoagulasi dilakukan dengan menggunakan elektroda besi dan alumunium, konsentrasi limbah cair sintetik 100 ppm dan waktu pengendapan 24 jam dengan variasi rapat arus, waktu dan pH. Dari hasil penelitian didapat bahwa untuk elektroda alumunium kondisi operasi yang menghasilkan persentase penurunan konsentrasi warna dan kekeruhan yang tinggi adalah pada kondisi pH awal 5, rapat arus 0,4 A/cm2, waktu operasi selama 45 menit dengan penurunan konsentrasi warna sebesar 98,8% dan penurunan kekeruhan sebesar 90,7%. Untuk elektroda besi persentase penurunan konsentrasi warna yang paling tinggi adalah sebesar 98,2% dengan persentase penurunan kekeruhan sebesar 97,7 % yaitu pada kondisi pH awal 7, rapat arus 0,5 A/cm2 dengan waktu operasi selama 60 menit.