// <![CDATA[PENGOLAHAN LIMBAH MENGANDUNG KROM DARI PROSES PENCELUPAN INDUSTRI TEKSTIL DENGAN METODE ELEKTROFLOTASI.]]> RETNO ARIYANI / 14.2003.057 / TK Penulis Riny Yolandha Parapat, ST., MT. Sirin Fairus, STP., MT.
Limbah industri tekstil merupakan salah satu sumber pencemaran lingkungan di Indonesia. Krom adalah salah satu polutan logam berat yang berbahaya yang terdapat dalam air buangan industri tekstil. Krom yang terdapat dalam limbah pencelupan tekstil merupakan krom dengan bilangan oksidasi +6 atau disebut juga kromium hexavalent, krom ini berasal dari penggunaan senyawa mordant dari jenis potassium atau sodium dikromat sebagai campuran pewarna. Mordant adalah garam metal yang digunakan dalam pewarna alami untuk membantu dalam penyerapan warna dan meningkatkan ketahanan terhadap luntur. Diketahui pula apabila digunakan pada pencelupan dengan sistem perendaman, maka zat warna yang terdapat dalam effluent adalah sekitar 60-70 mg/l (Balai Besar Tekstil, Bandung, 2005). Pemisahan logam krom dari limbah industri tekstil relativ sulit dan mahal jika menggunakan metode konvensional, karena metode konvensional koagulasi-flokulasi memiliki kekurangan yaitu membutuhkan waktu pengendapan yang cukup lama dan konsumsi bahan kimia yang tinggi, serta menghasilkan Lumpur kimia. Untuk mengatasi kesulitan ini, metode elektroflotasi diajukan untuk memisahkan logam krom dari cairan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari variabel-variabel yang mempengaruhi proses penyisihan logam krom yaitu: waktu operasi, jarak plat, kuat arus, urutan plat dan perbandingan antara single dengan double plate. Setelah itu akan ditentukan kondisi optimum dari segi ekonomi dan waktu yang menghasilkan penyisihan logam krom terbaik. Umpan yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah sintetis berupa larutan krom yang konsentrasinya didekatkan dengan konsentrasi real dari limbah pencelupan tekstil yaitu 60 mg/l. Dari analisis data penelitian disimpulkan bahwa kondisi optimum yang menghasilkan persentase penyisihan logam krom yang terbaik sekaligus efisien adalah: waktu operasi 1 jam, jarak antar plat antara 10 sampai 16 mm, kuat arus berkisar antara 5 sampai 6 amper, dengan urutan plat Al-Fe-Al-Fe (single plate)