// <![CDATA[PEMISAHAN LOGAM DARI LIMBAH KATALIS BEKAS DENGAN PROSES BIOLEACHING.]]> Ronny Kurniawan, ST., MT. Sirin Fairus, STP., MT. MUHAMMAD FEBRIAN / 14.2004.001 / TK Penulis TRIA LILIANDINI / 14.2004.031 / TK Dosen Pembimbing 1
Jenis limbah yang cenderung sukar untuk ditanggulangi adalah limbah padat yang mengandung logam. Metode ektraksi padat-cair (leaching) adalah salah satu alternatif pengolahan limbah yang dapat dilakukan. Namun masih terdapat kendala pada metode ini, yaitu sukarnya untuk menemukan pelarut yang selektif untuk jenis logam tertentu yang ingin dipisahkan. Bioleaching merupakan salah satu alternatif pengolahan limbah yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Bioleaching adalah suatu proses pelarutan logam atau pengambilan (ekstraksi) logam dari sedimen menjadi bentuk yang larut dengan menggunakan bantuan mikroorganisme. Pada metoda bioleaching, pelarut yang digunakan tidak harus berupa pelarut yang selektif terhadap logam yang akan diekstraksi. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memisahkan kandungan logam tertentu dari suatu limbah padat menggunakan metode bioleaching, dan secara khusus bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu bioleaching terhadap perolehan (yield) logam yang terlarut dalam rafinat dan untuk mengetahui selektivitas mikroorganisme terhadap logam yang terkandung dalam limbah katalis bekas pada proses bioleaching. Pelarut yang digunakan adalah aqua DM dan percobaan ini memvariasikan jenis limbah padat spent catalyst dari beberapa bahan baku (bahan baku I, bahan baku II, dan bahan baku III), waktu bioleaching (5, 10, dan 15 hari), dan jenis mikroorganime (Escherichia coli dan Aspergillus niger), dengan jumlah mikroorganisme (10% dari total volume kerja), dan temperatur bioleaching (37 oC). Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah analisis konsentrasi logam. Dari hasil penelitian diketahui bahwa waktu bioleaching berpengaruh terhadap konsentrasi logam dalam rafinat. Semakin lama waktu bioleaching maka semakin besar konsentrasi logam dalam rafinat. Yield logam terbaik didapat pada bioleaching bahan baku III menggunakan fungi Aspergillus niger selama 15 hari dengan yield logam Ni sebesar 1.35% b/b. Secara keseluruhan yield logam Cu, Zn, dan Ni hasil bioleaching menggunakan fungi Aspergillus niger lebih besar daripada menggunakan bakteri Escherichia coli, kecuali untuk logam Cr.