// <![CDATA[ADSORPSI LOGAM TEMBAGA ( CN2+ ) DENGAN PEMANFAATAN ARANG TULANG SAPI]]> Sirin Fairus, STP., MT. SUHANDI APRIANTO / 14.2004.024 / TK Penulis IDA PARIDA / 14.2004.026 / TK Dosen Pembimbing 1 Jono Suhartono, ST., MT.
Limbah cair yang mengandung logam dalam bentuk larutan merupakan buangan dari suatu proses produksi industri, misalnya: industri cat, industri galangan kapal, industri penyamakan kulit, industri elektroplating, dan lain-lain. Logam Cu adalah salah satu jenis logam terlarut dalam limbah cair tersebut yang sulit untuk dipisahkan. Limbah tersebut dapat menimbulkan pencemaran air sehingga terjadi penurunan kualitas air. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu pengolahan yang dapat mengurangi atau menghilangkan logam Cu tersebut. Arang tulang merupakan salah satu adsorben yang tidak mahal dan efisien yang digunakan pada pembersih efluen. Baru-baru ini, telah ditemukan kemungkinan penggunaan arang tulang untuk pengolahan limbah cair. Pengolahan limbah cair yang mengandung logam dapat dilakukan dengan proses adsorpsi dengan menggunakan arang tulang. Proses adsorpsi dalam penelitian ini dilakukan secara batch. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengkaji potensi tulang terutama tulang sapi sebagai adsorben dalam pengolahan limbah cair yang mengandung tembaga. Parameter-parameter yang tetap dalam penelitian ini yaitu massa partikel arang tulang 5 gram dengan ukuran 70 mesh, volume larutan limbah sintetik 250 mL dan kecepatan pengadukan 282 rpm. Variabel bebas yaitu konsentrasi limbah sintetik CuSO4 10-50 ppm, jenis aktivator yang digunakan (CaCl2, HCl dan tanpa aktivator), suhu pirolisis arang tulang (600oC dan 700oC) dan pH larutan 4-10. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi penentuan waktu optimum (topt), penentuan pH optimum (pHopt) serta penentuan konstanta isoterm adsorpsi yang memberikan gambaran kemampuan dari adsorben. Hasil dari penelitian ini yaitu suhu pirolisis yang menghasilkan daya serap arang tulang yang optimum pada 700oC sedangkan aktivator yang menghasilkan daya serap arang tulang yang optimum adalah CaCl2. Waktu kontak optimum untuk arang tulang dengan suhu 700oC dan aktivator CaCl2 adalah 60 menit dengan pH optimum 9. Isoterm adsorpsi yang sesuai untuk penentuan kapasitas adsorpsi ion logam tembaga (Cu2+) dengan menggunakan arang tulang sapi adalah persamaan isoterm Langmuir.