Detail Cantuman

PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SECARA PADU MENJADI ALTERNATIF ENERGI : BIOGAS DAN PRECURSOR BRIKET.

PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SECARA PADU MENJADI ALTERNATIF ENERGI : BIOGAS DAN PRECURSOR BRIKET.


Peningkatan permintaan energi karena pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya sumber cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Salah satu sumber energi alternatif tersebut adalah biogas. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, dan kotoran hewan yang dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobic digestion. Dengan adanya pengelolaan sampah menjadi biogas ini, dapat mengurangi permasalahan minimnya energi
sebagai akibat penggunaan sumber daya yang tak terbaharukan secara berlebihan. Biogas merupakan gas yang mudah terbakar, dimana kandungan utamanya adalah gas metana (CH4) dan karbondioksida (CO2), sebagian kecil gas hidrogen sulfida (H2S), nitrogen (N2), hidrogen (H2) dan karbon monoksida (CO). Pada penelitian ini dilakukan 3 variasi pengumpanan, yaitu campuran sampah organik padat cair dan kotoran sapi, sampah organik padat dan kotoran sapi, sampah organik cair dan kotoran sapi, serta umpan yang hanya terdiri dari kotoran sapi sebagai pembanding. Rasio komposisi sampah organik terhadap kotoran sapi adalah 1:1, dimana massa sampah organik yang diumpankan 100 gram dan kotoran sapi 100 gram. Data pengamatan difokuskan pada derajat keasaman (pH) yang mempengaruhi laju produksi biogas, volume biogas yang dihasilkan, dan
gas CH4 dan karbondioksida (CO2). Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh produksi CH4 pada pengumpanan komposisi sampah organik padat sebesar 56,22% dari total produksi CH4 sampah organik padat-cair dan pada komposisi sampah organik cair sebesar 43,45% dari total produksi CH4 sampah organik padat-cair. Selain perhitungan volume biogas yang dihasilkan, dilakukan analisis nilai kalor terhadap precursor briket hasil pirolisis. Pada percobaan ini sampah organik padat dikeringkan pada suhu 105oC. Tahap pembentukan precursor briket dilakukan pada 3 variasi suhu yaitu 200oC, 300oC, dan 400oC dengan waktu
pemanasan 1 jam, 2 jam, dan 3 jam. Diperoleh data bahwa nilai kalor tertinggi terdapat pada precursor briket pirolisis pada suhu 300oC dengan waktu pemanasan 3 jam yaitu 5596 kal/gram.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang LATHIFA RAHMAN / 14.2004.027 / TK - Personal Name
EMMA APRIANI / 14.2004.032 / TK - Personal Name
Sirin Fairus, STP. MT - Personal Name
Salafudin, ST. MSc - Personal Name
No. Panggil 312TK082009a
Subyek biogas
pirolisis
Briket
limbah organik
sampah biomassa
anaerobic digestion
derajat keasaman (pH)
Fakultas FTI
Tahun Terbit 2009
Jurusan Teknik Kimia
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik


Citation

. (2009).PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SECARA PADU MENJADI ALTERNATIF ENERGI : BIOGAS DAN PRECURSOR BRIKET.().Teknik Kimia:FTI

.PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SECARA PADU MENJADI ALTERNATIF ENERGI : BIOGAS DAN PRECURSOR BRIKET.().Teknik Kimia:FTI,2009.Text

.PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SECARA PADU MENJADI ALTERNATIF ENERGI : BIOGAS DAN PRECURSOR BRIKET.().Teknik Kimia:FTI,2009.Text

.PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SECARA PADU MENJADI ALTERNATIF ENERGI : BIOGAS DAN PRECURSOR BRIKET.().Teknik Kimia:FTI,2009.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id