<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="4062">
<titleInfo>
<title><![CDATA[PRODUKSI ETANOL SECARA SINAMBUNG DENGAN SEL TERTAMBAT MENGGUNAKAN BIOREACTOR TOWER FIXED BED]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>RONNY KURNIAWAN S.T.,M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>0416087603 - Salafudin S.T., M.Sc.</namePart>
<role><roleTerm type="text"></roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DITA INDAH PURNAMA / 14.2005.006 / TK</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>NANDA RUSYDA SAUFA / 14-2005-036</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis 2</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Kimia]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTI]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2009]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[id]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[Indonesia]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Sektor industri di Indonesia saat ini sedang berkembang. Hal ini
mendorong kebutuhan bahan baku dan energi menjadi meningkat. Di antara
industri tersebut, cukup banyak yang menggunakan alkohol sebagai bahan
bakunya. Industri etanol merupakan salah satu bagian dari industri alkohol.
Industri etanol yang mulai dikembangkan adalah etanol yang dihasilkan dari
proses fermentasi (bioetanol). Bioetanol dapat digunakan sebagai energi alternatif
dan bahan bakunya memanfaatkan sumber daya alam terbarukan.
Etanol atau etil alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik yang
sangat penting dalam industri kimia dan mempunyai cukup banyak manfaat dalam
kehidupan manusia. Pembuatan etanol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu
secara sintetik melalui reaksi kimia dan secara fermentasi melalui aktivitas
mikroorganisme. Proses pembuatan etanol secara fermentasi telah dilakukan sejak
ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan bahan yang mengandung karbohidrat
sebagai bahan bakunya. Fermentasi glukosa menjadi etanol dilakukan dengan
mikroorganisme yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu bakteri dan ragi. Namun
penggunaan ragi sebagai biokatalis lebih sering digunakan, karena ragi lebih
mudah dikembangbiakan dan lebih mudah dikontrol pertumbuhannya. Ragi yang
digunakan dalam proses fermentasi etanol ini adalah Schizosacharomyces pombe.
Kesulitan yang sering dijumpai dalam proses fermentasi yaitu dalam pemisahan
produk dari ragi yang digunakan. Metode sel tertambat (immobilized cell)
dianggap dapat mengatasi masalah tesebut, dan penggunaan batu apung sebagai
media penambat dapat dijadikan alternatif.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi
etanol, produktivitas etanol serta yield etanol yang dihasilkan pada proses
fermentasi glukosa secara sinambung dengan ragi Schizosacharomyces pombe dan
menggunakan batu apung sebagai media penambat yang diletakkan secara fixed
bed. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan ukuran batu apung
0,75”/0,5”, 0,5”/0,375, 0,25”/0,125”. Proses fermentasi berlangsung dalam
kondisi anaerob pada temperatur 34 °C, pH = 4.5, konsentrasi glukosa 150 g/L,
waktu tinggal substrat 48 jam dan tinggi hamparan batu apung 135 cm. Melihat
dari konsentrasi, produktivitas, dan yield etanol yang dihasilkan, didapat kondisi
terbaik pada penelitian ini terjadi pada ukuran batu apung 0,25”/0,125” yang
menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 28,80 g/L, produktivitas etanol sebesar
0,6 g/L.jam, dan yield etanol sebesar 0,678.</note>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Immobilized Cell]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Etanol]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Fermentasi]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Bioreactor tower]]></topic></subject>
<subject authority=""><topic><![CDATA[Batu Apung]]></topic></subject>
<classification><![CDATA[NONE]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[313TK102009a]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[313TK102009a]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="15871" url="" path="/142005006142005036_313TK.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[PRODUKSI ETANOL SECARA SINAMBUNG DENGAN SEL TERTAMBAT MENGGUNAKAN BIOREACTOR TOWER FIXED BED]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[4062]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2016-03-29 09:56:54]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2023-09-01 10:12:54]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>