// <![CDATA[PRODUKSI ETANOL SECARA SINAMBUNG DENGAN SEL TERTAMBAT MENGGUNAKAN BIOREACTOR TOWER FIXED BED]]> RONNY KURNIAWAN S.T.,M.T. 0416087603 - Salafudin S.T., M.Sc. DITA INDAH PURNAMA / 14.2005.006 / TK Penulis NANDA RUSYDA SAUFA / 14-2005-036 Penulis 2
Sektor industri di Indonesia saat ini sedang berkembang. Hal ini mendorong kebutuhan bahan baku dan energi menjadi meningkat. Di antara industri tersebut, cukup banyak yang menggunakan alkohol sebagai bahan bakunya. Industri etanol merupakan salah satu bagian dari industri alkohol. Industri etanol yang mulai dikembangkan adalah etanol yang dihasilkan dari proses fermentasi (bioetanol). Bioetanol dapat digunakan sebagai energi alternatif dan bahan bakunya memanfaatkan sumber daya alam terbarukan. Etanol atau etil alkohol (C2H5OH) merupakan senyawa organik yang sangat penting dalam industri kimia dan mempunyai cukup banyak manfaat dalam kehidupan manusia. Pembuatan etanol dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara sintetik melalui reaksi kimia dan secara fermentasi melalui aktivitas mikroorganisme. Proses pembuatan etanol secara fermentasi telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu dengan menggunakan bahan yang mengandung karbohidrat sebagai bahan bakunya. Fermentasi glukosa menjadi etanol dilakukan dengan mikroorganisme yang terbagi ke dalam dua jenis, yaitu bakteri dan ragi. Namun penggunaan ragi sebagai biokatalis lebih sering digunakan, karena ragi lebih mudah dikembangbiakan dan lebih mudah dikontrol pertumbuhannya. Ragi yang digunakan dalam proses fermentasi etanol ini adalah Schizosacharomyces pombe. Kesulitan yang sering dijumpai dalam proses fermentasi yaitu dalam pemisahan produk dari ragi yang digunakan. Metode sel tertambat (immobilized cell) dianggap dapat mengatasi masalah tesebut, dan penggunaan batu apung sebagai media penambat dapat dijadikan alternatif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi etanol, produktivitas etanol serta yield etanol yang dihasilkan pada proses fermentasi glukosa secara sinambung dengan ragi Schizosacharomyces pombe dan menggunakan batu apung sebagai media penambat yang diletakkan secara fixed bed. Penelitian ini dilakukan dengan memvariasikan ukuran batu apung 0,75”/0,5”, 0,5”/0,375, 0,25”/0,125”. Proses fermentasi berlangsung dalam kondisi anaerob pada temperatur 34 °C, pH = 4.5, konsentrasi glukosa 150 g/L, waktu tinggal substrat 48 jam dan tinggi hamparan batu apung 135 cm. Melihat dari konsentrasi, produktivitas, dan yield etanol yang dihasilkan, didapat kondisi terbaik pada penelitian ini terjadi pada ukuran batu apung 0,25”/0,125” yang menghasilkan konsentrasi etanol sebesar 28,80 g/L, produktivitas etanol sebesar 0,6 g/L.jam, dan yield etanol sebesar 0,678.