// <![CDATA[EKSTRAKSI DAN KARAKTERISASI PEKTIN DARI KULIT BUAH PISANG]]> Haryono, ST., MT. Jono Suhartono, ST., MT. Penulis RAFI RAMDAN DIRGANTARA / 14.2005.024 Penulis LOLITA SARI / 14.2005.037 Dosen Pembimbing 1
Indonesia merupakan negara tropis yang dikenal memiliki beraneka ragam jenis tanaman dan buah-buahan. Diantara berbagai buah-buahan tersebut adalah pisang (Musa paradisiaca L). Pisang dapat dikonsumsi secara langsung atau diolah terlebih dahulu, dimana nantinya akan menghasilkan limbah berupa kulit pisang. Limbah kulit pisang yang tidak bernilai ini dapat digunakan untuk pembuatan pektin yang lebih memiliki nilai jual. Pektin merupakan senyawa hidrokoloid karbohidrat yang terdapat pada jaringan tanaman muda dan buah-buahan. Pektin dapat diambil dari kulit pisang dengan cara ekstraksi padat-cair atau leaching. Pektin memiliki banyak manfaat yang bisa yang digunakan dalam berbagai industri. Pada industri makanan dan minuman, pektin digunakan sebagai bahan pemberi tekstur yang baik pada roti dan keju, bahan pengental pada minuman, bahan pokok pembuatan jeli, selai dan marmalade. Selain itu pektin juga digunakan pada industri kosmetik dan farmasi. Pada penelitian ini pektin akan diambil dengan cara ekstraksi padat-cair menggunakan ekstraktor bejana berpengaduk dan menggunakan pelarut HCl 1%. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang, menentukan kondisi operasi terbaik, menentukan perolehan pektin dari kulit pisang dan menentukan karakterisasi pektin meliputi kadar abu, kadar air, kandungan metoksil, dan kandungan asam galakturonat. Kondisi operasi ekstraksi pektin yang dipelajari pada penelitian ini adalah rasio berat bahan baku kulit pisang (basis kering) terhadap pelarut dan temperatur ekstraksi. Rasio berat bahan baku kulit pisang (basis kering) terhadap pelarut akan divariasikan pada 40:200, 40:400, 40:600 dan 40:800 sedangkan temperatur pada 60°C, 70°C dan 80°C.